Wednesday, 7 January 2015

Si Kecebong Mengejar Cinta eps 4



Tofan telah sampai didepan rumahnya kemudian memasukinya, rumahnya tampak sepi mungkin seisi rumah sudah tidur di kamarnya masing-masing. Dengan santai ia menuju kamarnya sambil bersiul, dan saat ia hendak memutar gagang pintu kamarnya, ia melihat bapaknya sedang melamun di kursi ruang keluarganya. Tadinya Tofan tidak mau memperdulikannya dan memilih masuk ke kamarnya, namun karena ia merasa iba kepada bapaknya iapun menghampiri bapaknya.

Tofan merasa kasihan melihat bapaknya yang  nampaknya sedang memiliki banyak pikiran, itu terlihat dari raut wajah bapaknya yang terlihat begitu gelisah dan sedang memegang kedua keningnya dengan kedua tangannya dengan bertumpu pada pahanya. “Bapak kenapa?”, bapaknya terkaget mendengar suara tofan dan kemudian mencoba menutupi kegelisahannya, “Eeeh.. kamu Fan, enggak kok bapak gapapa cuma sedikit ngantuk aja”, “Bapak jangan bohong, Tofan tau kok kalau bapak lahi banyak pikiran, coba Bapak ceritakan sama Tofan!”. Bapak menghela nafas dan sedikit berfikir, “Pak jangan ragu-ragu Tofan siap denger kok”, Tofan meyakinkan bapaknya yang nampak ragu, “Gini Fan sebenernya bapak gak mau bikin kamu kepikiran sama masalah bapak, tapi kalau kamu maksa ya sudah akan bapak ceritakan”.

Bapak berpindah tempat duduk dan mendekati Tofan, kemudian bapak mengusap kepala Tofan. “Kantor Bapak akan mengurangi beberapa pegawai yang sudah berumur, dan Bapakpun nampaknya juga terancam dan akan kehilangan pekerjaan Bapak, tapi tadi sore ada salah satu atasan bapak yang memberikan kabar baik sekaligus kabar buruk bagi kita, dia mengatakan bapak akan tetap diberi pekerjaan tetapi Bapak akan di mutasi ke kantor cabang di Bontang Kalimantan, dan keputusannya besok tetapi Bapak dengar lusa Bapak harus sudah berangkat ke Bontang”,  “Hah Bapak akan di mutasi ke Bontang, terus Tofan  gimana Pak, apa Tofan juga harus ikut Bapak?”, Tofan terkejut mendengar perkataan bapaknya. “Maafkan Bapak Fan sepertinya kamu harus ikut dengan bapak, karena Bapak akan mengumpulkan uang untuk modal usaha kita nanti dan Bapak gak mungkin harus yang istilahnya mengisi dua dapur sekaligus, sebenarnya Bapakpun sudah sangat mencintai rumah dan lingkungan kita”, mendengar itu Tofan terasa seperti disambar petir jika ia harus pindah, maka iapun harus pindah sekolah, dan jika ia harus pindah sekolah, ia juga akan terpisah dengan Jessica yang menjadi belahan jiwanya, yang sudah lama sangat ia cintai.

Tanpa berkata-kata lagi ia beranjak menuju kamarnya, ia merasa sangat kecewa pada bapaknya, dilain pihak Bapak merasa sangat bersalah karena telah menceritakan masalahnya pada Tofan, “Fan maafkan Bapak, Bapak gak bermaksud bikin kamu kecewa”, tanpa memperdulikan kata-kata bapaknya Tofan terus beranjak menuju kamarnya. Tofan mengunci pintu dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur, ia teringat dengan setiap kata demi kata yang bapaknya ucapkan tadi, ia merasa bersalah karena tak seharusnya ia bersikap seperti itu. Ia yakin menyadari bapaknya tak menginginkan keadaan yang seperti ini. Di atas kasur itu Tofan terus memikirkan peristiwa tadi hingga tertidur.Paginya saat ia akan berangkat sekolah ia berniat untuk meminta maaf kepada bapaknya, namun ia tak menemukan bapaknya, “Nanti sajalah” fikirnya, kemudian ia berangkat ke sekolah, mungkin ini adalah hari terakhir ia di sekolahnya, karena kemungkinan besok ia sudah akan pindah ke Bontang.

Bersambung.... nantikan episode terakhir hari sabtu ini, sedikit bocoran walau ini cerpen humor namun akan memiliki akhir yang sedih

No comments:

Post a Comment