Wednesday, 26 August 2015

Bom Maut



            “Kring... kring... kring...”, jam bekker berbunyi, namun Cecep mencoba menutupi kepalanya dengan bantal. Tapi jam bekker itu terus berbunyi “kring... kring... kring..”, akhirnya cecep menyerah dan mengambil jam bekker tersebut, dan ia melihat jarum jam “Hah.. masih jam 3, pasti si kampret nih yang sengaja masang alarm jam segini, emang sialan nih punya kakak reseh kaya dia”, Cecep menggerutu sambil kembali menarik selimut untuk kembali tidur, karena masih terlalu pagi jika untuk melakukan aktivitas. Cecep mencoba memejamkan matanya namun sulit sekali untuk kembali tertidur, “Aduh.. susah banget nih buat tidur, gue isi dulu ajalah ini perut, lagipula cacingnya udah pada demo juga nih”.
            Akhirnya Cecep memutuskan untuk keluar kamar, dengan sempoyongan ia berjalan ke arah pintu. Saat memutar gagang pintu, dan mendorong pintu tersebut tiba-tiba ada sesuatu yang menjatuhi kepalanya. Ternyata itu seekor cicak yang mengenai sekitar kening dan matanya. “Bagus-bagus.... tau aja nih cicak gue lagi sial hari ini. Eeuuhh..”, Cecep melempar cicak itu ke sembarang arah, kemudian ia duduk di kursi makan yang berada di ruang keluarganya, memang ruang makannya terletak menyatu dengan ruang keluarganya.
            “Ada makanan apa nih..”, Cecep membuka perlahan tudung saji tersebut, terlintas dibenaknya. “Andaikan pas gue buka tudung saji ini isinya ada makanan-makanan bule misalnya burger, spageti, atau minimal pizza, boleh juga kentucky di pinggir jalan itu yang sering bikin gue ngiler pas pulang sekolah, kalau diliat-liat ouuhh.. krenyes.. krenyess..”, Cecep menghayal sampai-sampai ia tak menyadari tetesan demi tetesan mulai mengucur dari mulutnya yang tengah menganga dengan tatapan kosong. Ia tersadar ketika air liurnya ternyata telah membanjiri disekitar kursi yang ia duduki, “Apaan nih...? Air hujan...? padahalkan tadi malem gak turun hujan”. Ia menapak-napakan kakinya ke air yang ia sangka air hujan itu.
            Kemudian Cecep membuka tudung saji tersebut yang sempat terhenti ia buka akibat khayalannya, kemudian sekarang ia benar-benar membukanya dan nampaklah isi dari tudung saji tersebut yang nampaknya isi dari tudung saji tersebut tak sesuai harapannya, ternyata isinya adalah ubi rebus satu piring penuh yang ia ketahui direbus ibunya tadi malam. “Berharap dapet makanan bule malah dapet makanan lokal sekaligus pedalaman, nasib-nasib tapi lumayanlah bisa buat ganjel laper”, karena merasa lapar akhirnya Cecep menghabiskan seluruh ubi tersebut hingga piring nampak bersih. “Ternyata kalau lagi lapar ubi juga berasa kaya burger, hoaay... ngantuk juga akhirnya” karena haus Cecep mengambil gelas yang ada di ujung meja dan meminumnya tapi ia merasakan seperti ada yang yang bergerak-gerak di dalam mulutnya “Apaan nih, kok gerak-gerak gini” Cecep menyemburkan isi di mulutnya dan terlihat cicak yang tadi ia lemparkan, Cecep hanya mengernyitkan dahinya dan tak mau memperdulikannya,  akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan kemudian tidur.
            Cecep terbangun saat jarum jam menunjukan pukul 06.50, itu artinya waktunya begitu sedikit untuk berangkat ke sekolah, karena ia harus sampai ke sekolah dengan waktu tidak kurang dari 10 menit saja. Dengan tergesa-gesa ia masuk ke kamar mandi dan  keluar 2 menit kemudian. Ia berlari kembali ke kamarnya dan memakai pakaian seragam yang begitu kusut karena belum sempat ia setrika, sambil mengenakan pakaian ia berlari menuju teras rumahnya, dan memakai sepatu sambil terus menggerutu, “Emang pada jahat nih semua orang rumah, bukannya bangunin gue”, setelah itu Cecep teringat saat tidur, ia seperti bermimpi mendengar suara hantu yang memanggil namanya sambil menggedor-gedor pintu, karena ia sangat penakut makannya ia menutupi kepalanya dengan bantal, dan menghiraukan suara tersebut, “Semua orang udah gak perduli lagi sama gue, terutama si kampret yang udah bikin gue bangun pagi”, Cecep terus menggerutu sampai ia selesai mengenakan sepatunya, kemudian ia segera berangkat ke sekolah yang terletak 100 meter dari rumahnya, namun sebelumnya ia sempat melirik ke arah jam dinding “Astaga.. udah jam tujuh kurang satu menit, jadi gue harus sampe ke sekolah gak boleh kurang dari satu menit, dan harus berlari dengan kecepatan.....eeuu.. 1,7 m/s”, sebelum ia berlari ia sempat menghitung berapa kecepatan lari yang harus ia lakukan dengan menghitung dalam sebuah buku kecil yang selalu ia bawa, karena ia termasuk anak yang cerdas dalam menghitung, kecerdasan itu ia dapat saat awal masuk smp ia sering di tipu teman-temannya yang menawarkannya untuk menitipkan uang jajannya dan jika Cecep ingin menjajankan uang tersebut maka temannya lah yang akan pergi ke kantin membelikan pesanan Cecep, dan mengembalikan kembalian yang seringkali diambil sebagian oleh temannya itu. Cecep ingin sekali menolak tapi jika ia tak ingin dikelitiki sampai nangis oleh teman-temannya ia harus melakukan hal itu. Kemudian setelah berhasil menghitung kecepatan yang harus ia lakukan, ia memasukan buku kecilnya dan melihat jam tangannya ternyata waktunya hanya 30 detik lagi, ternyata hitungannya tidak akan relevan ia sempat ingin mengambil buku kecilnya lagi untuk menghitung kecepatan yang harus ia tempuh namun dari jauh ia melihat pintu gerbangnya akan segera ditutup oleh Satpam penjaga sekolahnya.
            Dengan sekuat tenaga Cecep berlari, ia begitu semangat berlari dan terus berlari, ia terus berlari dan terlihat Satpam itu mulai menutup gerbang sekolahnya, Cecep semakin panik dengan hal itu. Tapi tiba-tiba ia terjatuh dan kakinya terperosok ke selokan, sebagian kaki kanannya tenggelam oleh lumpur selokan tersebut, dengan cepat ia mengangkat kakinya dan menyadari tali sepatunya belum sempat ia ikat, namun Cecep tak menghiraukan hal tersebut malah ia melanjutkan larinya secepat mungkin. Sedikit lagi ia akan sampai di depan gerbang sekolahnya, ia menginjak lagi tali sepatunya, akibatnya ia terguling beberapa saat sebelum akhirnya berhenti setelah tubuhnya menabrak gerbang dengan keras.
            Satpam yang saat itu tengah duduk posnya sambil mengorek kupingnya merasa kaget degan hal itu, akibatnya cutten bud yang ia pakai tertancap lebih dalam ke kupingnya. ”Aaah.. sialan siapa tuh?”. Satpam keluar sambil meringis kesakitan, Cecep ketakutan melihatnya “Ke..kenapa Pak?” Cecep sampai terbata-bata saat ia menyapa Satpam tersebut. “Diam kamu.. aahh..” Satpam itu membentak Cecep, setelah berusaha mengeluarkan cutten bud dari telinganya, akhirnya ia berhasil dan terlihat begitu banyak kotoran yang menempel pada cutten bud tersebut. Cecep merasa jijik melihatnya, itu terlihat dari raut wajahnya yang terlihat mual, “Pantesan susah ngeluarinya, ganjelannya aja banyak begitu”, Cecep berkata pelan mengomentari hal tersebut, tapi Satpam itu tetap mendengarnya. “Eh diam kamu, jam berapa ini kenapa bisa terlambat, mana bau lagi... hueek..”, Satpam itu menutup hidungnya, sambil terus berbicara. “Itu.. Pakk.. euu.. itu.. emm..”. Cecep merasa ketakutan apalagi melihat wajah sangar dengan kumis tebal yang menambah kegarangannya.
            Satpam itu mendekati Cecep dan menatapi tajam wajah Cecep, “Kamu tahukan gimana caranya siswa yang datang terlambat bisa masuk kesini?”, “Eng.. enggaa.. tau Pak..” Cecep ketakutan ditatap seperti itu, “Jadi kamu belum tahu, saya kasih tahu ya..! Kamu harus bayar tangan saya biar bisa ngebuka gembok ini, ngerti!”. “Tapi Pak saya gak punya uang”, mendengar hal itu Satpam kembali menatap tajam wajah Cecep. “Kalau begitu kamu harus membayar dengan cara lain” Satpam itu memegang telapak tangan Cecep kemudian mengepalkan sesuatu ke tangan Cecep. “Sekarang kamu pegang ini, dan kamu cuci di sana”, Cecep bingung apa yang di maksud Satpam itu, untuk menjawab rasa penasarannya perlahan ia membuka telapak tangannya. Ia tekaget sekaligus merasa jijik ternyata itu cutten bud milik satpam itu, “Ayo tunggu apa lagi, sekarang kamu cuci ini”, “Ta.ta.tapi Pak inikan harus di buang” Cecep sempat mual dibuatnya. “Enak aja sekarang yang beginian mahal tau, atau kalau kamu gak mau saya kelitikin kamu sampai nangis”, Satpam itu mengancam Cecep dengan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Cecep, membuat Cecep merasa geli dengan kumis tebal Satpam itu. “Ii..iya.. Pak, eeuu.. saya milih dikelitikin sampai nangis aja Pak, saya udah biasa dikelitikin sama temen saya dulu”, “Oke.. jangan salahin saya kalau nanti kamu gak berhenti-berhenti nangis sampai 7 hari 10 malem” Akhirnya Satpam itu membukakan gerbang dan mendekati Cecep, kemudian saat hendak mengulurkan kedua tangannya ke sebelah kanan dan kiri perut Cecep ada seorang Ibu yang lewat di depan gerbang, ibu itu sampai terheran-heran melihat tingkah laku Satpam itu, “Keliatannya sih maco tapi kok cucok kaya gitu iihh...”, Ibu itu kemudian pergi sambil mengangguk-anggukan bahunya.
            “Jangan disini, di pos saya saja”, Satpam itu malu di tatap si ibu seperti itu namun ia ingin terlihat sangar didepan Cecep, Satpam itu terlebih dulu berjalan ke arah pos satpam kemudian di ikuti Cecep dibelakangnya. Mereka kini telah ada di dalam pos satpam, Satpam itu mengisaratkan Cecep untuk lebih dekat padanya “Sekarang buka baju kamu”, “Ii..iya.. Pak”, kemudian Cecep membuka satu demi satu kancing baju seragamnya, kemudian menanggalkan bajunya. Satpam itu menatap tajam Cecep sambil mengepalkan pergelangan tangannya “Rasakan ini”, kemudian tanpa menunggu persetujuan Cecep, Satpam itu segera melancarkan aksinya menggelitiki Cecep, “Aaaaduhhh.... Pak.. aahh.. geliii...” Cecep merasa kegelian dengan hal itu,  namun Satpam itu tak menghiraukannya dan melanjutkan aksinya menggelitiki Cecep. “Rasakan ini, inikan yang kamu inginkan, hahaha..” Satpam itu tertawa bagaikan iblis yang sedang menyiksa Cecep, lama kelamaan kedua bola mata Cecep mulai mengeluarkan air mata, sempat terlintas di benak Cecep untuk menyerah namun ia memilih memegang ucapanya sebelumnya, karena ia yang memilih untuk dikelitiki daripada harus mencuci cutten bud yang penuh kotoran milik Satpam itu. Tapi tiba-tiba Cecep merasakan ada yang bergejolak di dalam perutnya, kemudian tak lama setelah itu tubuhnya mengejang seperti ada sesuatu yang mengalir dari perut ke arah bokongnya, Satpam itu keheranan melihat Cecep “Eeehh... kenapa kamu”, Cecep tak menjawabnya namun tiba-tiba ada sebuah suara yang tak mereka ketahui namun tak lama berselang disusul oleh bau yang begitu menyengat, “Eeeh bau apa ii..in.....ii..” Satpam itu tak mampu menyelasaikan kata-katanya karena ia tiba-tiba tak sadarkan diri akibat bau itu, Cecep yang melihat itu memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri kemudian masuk ke kelasnya yang kebetulan hari itu gurunya datang terlambat, ia duduk di kursinya dan menghela nafas panjang setelah terbebas dari satpam kejam itu.

Wednesday, 25 March 2015

Demam Kartun



Suatu hari di dalam kelas ada 2 orang teman yang sedang berbincancang-bincang tentang kartun kesukaannya, seperti biasa mereka saling beradu argumen karena mengunggulkan kartun kesukaannya masing-masing.

Ikah     : Kemaren aku nonton kartun Upin-Ipinnya seru banget loh..
Ela       : Seru kenapa? Bukannya gitu-gitu aja.
Ikah     : Kamu kudet banget sih, kemaren episodenya spesial tau! Upin-Ipinnya ngelawan monster dibantuin sama Ultraman
Ela       : Gitu aja kok seru, bagusan juga Doraemon
Ikah     : Bagus apanya, bagusan juga upin ipin
Ela       : Jangan-jangan kamu nih yang kudet, Doraemon itu lebih bagus dari upin ipin tau
Ikah     : Enak aja aku dibilang kudet, emang apanya sih yang bagus dari Doraemon
Ela       : Nih aku jelasin yah! Doraemon itu malah salah satu kartun terbaik di dunia, liat aja tampilan animasinya pake tekhnologi 3 Dimensi
Ikah     : Kalau tekhnologi itu kartun upin ipin juga pake tau
Ela       : 3 Dimensi sih 3 Dimensi, tapi bentuk kepalanya aneh banget masa ada anak kecil botak terus yang satu  Cuma punya satu rambut.
Ikah     : Ya itukan namanya juga biar keliatan menarik.
Ela       : Menarik apanya botak gitu dibilang menarik, kalau botak gitu kaya orang stress tau..! emangnya anak sekecil itu udah punya masalah  sampe rambutnya rontok dan Cuma nyisa satu helai.
Ikah     : Ya gak gitu juga kali, lagian juga Doraemon itu aneh, masa ada kucing yang gak punya telinga.
Ela       : Ya tapikan dia itu robot jadi wajar aja dong kalau dia gak punya telinga
Ikah     : Meskipun dia robot, kan  dia juga robot kucing jadi harus punya telinga, dan yang lebih aneh lagi doraemonkan robot kucing?
Ela       : Iya terus..
Ikah     : Masa kucing takut sama tikus sih, bukannya aneh?
Ela       : Ya gak aneh dong itukan....
Ikah     : (memotong ucapan Ela) udah kalau aneh ya aneh aja ga usah banyak omong..
Ela       : Kamu kok nyolot sih (dengan nada tinggi)
Ikah     : Aku gak nyolot...
Ela       : Itu buktinya kamu pake motong ucapan aku (tetap dengan nada  tinggi)
Ikah     : Emang gitu aja dibilang nyolot sih
Ela       : Aaaahhh.... (hendak menjambak rambut Ikah)
Belum sempat Ela menjambak rambut Ikah, Lega telah terlebih dulu menghalau tindakan yang akan dilakukan oleh Ela.
Lega    : (Sedikit berlari menghampiri mereka berdua) Ela.. Ela.. sabar (Menarik Ela menjauhi Ikah)
Ela       : Kamu kenapa ngehalangin aku, awaass!!! (mencoba berontak dari pegangan Lega)
Lega    : Ada apa sih? Inget kalian itu temen jangan berantem kayak gini
Ela       : Mulai saat ini aku gak mau jadi temen dia lagi.
Ikah     : Emangnya siapa yang mau jadi temen kamu, orang pemarah gitu!!!
Ela       : Siapa yang pemarah? Aku gak pemarah, kamu yang mancing aku kayak gini
Ikah     : Halah... tetep aja namanya pemarah
Ela       : Sini kamu (Berontak dan lepas dari pegangan Lega untuk mencoba mendekati Ikah)
Lega    : Eeehh.. (meraih Ela kembali)
Ela       : Ahh.. (menyingkirkan tangan Lega)
Kemudian terjadi pertikaian diantara Ikah dan Ela, mereka mencoba saling menyerang dan itu menyebabkan Lega merasa kesal dibuatnya.
Lega    : Diaaammmmmm......... (dengan suara yang sangat keras)
Alhasil Ela dan Ikah berhenti bertikai dan menutup telinga karena suara keras dari Lega
Adhe   : (datang sambil menutup telinganya)
Lega    : (berhenti berteriak, mengambil nafas kemudian berteriak lagi) Diaaammmmm...........
Adhe   : Stoooppp... stoppp.. Lega berhenti berteriak... (dengan suara keras untuk mengimbangi teriakan Lega)
Lega    : (Tak mau menghiraukan perkataan Adhe dan terus berteriak)
Adhe   : (Menutup mulut Lega untuk menghentikan teriakannya) Lega ada apa, kenapa kalian berisik sekali?
Lega    : (Hanya dapat bergumam karena tak dapat berbicara karena mulutnya tertutup tangan Adhe) Mmmmmhhhhh......
Adhe   : Oohh.. maaf (Melepaskan tangannya dari tangan Lega) Ada apa kenapa kalian berisik sekali?
Ikah     : Ini dhe.. masa si Ela marah sama aku gara-gara Doraemon lebih jelek dari Upin Ipin
Ela       : Bohong Dhe, dia bohong... dia yang duluan nyolot jadi dia yang salah
Ikah     : Ehh.. enak aja kamu yang salah!
Ela       : Kamu yang salah!
Ikah     : Kamu...
Ela       : kamu....
Ikah     : kamu.....
Ela       : kamu.....
Lega    : Diaaaaammmmm... (Kembali berteriak dengan suara yang tetap keras)
Teriakan itu membuat Ela, Ikah, dan Adhe menutup telinganya karena tidak kuat dengan suara Lega
Adhe   : (Menutup kembali mulut Lega untuk menghentikan teriakannya) Sudah Lega berhenti! (Mendekati Ikah dan Ela) Jadi kalian berantem Cuma gara-gara Kartun.
Ikah     : Ya gitu dhe..
Adhe   : Oh ya ya.. gini temen-temen aku punya kabar gembira buat kalian.
Ela       : Kabar gembira apa dhe?
Adhe   : Gini dua hari yang lalu aku habis ikut lomba Kuningan Animafest sejenis lomba membuat animasi gitu, dan aku menjadi juara pertama untuk tingkat SMP
Lega    : Wah selamat ya dhe, aku kira dua hari ini kamu kemana ternyata kamu ikutan lomba
Adhe   : Iya makasih ya, sekalian juga karena ternyata dua temen kita ini lagi berantem gara-gara kartun aku mau ngebantu bikin mereka baikan lagi
Lega    : Iya tuh dhe jelasin ke mereka berdua supaya mereka baikan lagi
Adhe   : Iya, aku coba ya!
Adhe  mendekati Ikah dan Ela yang sedang saling memunggungi, kemudian Adhe memegang bahu mereka dengan agak terpaksa Ikah dan Ela membalikan tubuhnya sehingga kini mereka berhadapan.
Adhe   : Udah dong marahannya.
Ela       : Gak mau
Adhe   : (hanya tersenyum menanggapi itu) Iya aku ngerti kok, tapi gini loh kalian itu udah bagus suka sama kartun baik itu Upin Ipin atau Doraemon keduanya sama-sama bagus kok.
Ikah     : Emang Upin Ipin bagus kok, Elanya aja yang gak terima.
Adhe   : Iya iya.. tunggu dulu ya marahannya sekarang giliran aku yang ngomong. Kartun-kartun yang kalian suka emang bagus-bagus tapi kartun punya negara lain, memang sih gak salah kita suka sama kartun dari negara mana aja tapi lebih baik lagi kalau kita menyukai dan mencintai kartun dan animasi negara kita sendiri.
Ela       : Iya juga ya..
Adhe   : Iya emang harus gitu kemaren juga pas aku ikutan lomba itu, aku liat hasil karya mereka ternyata bagus-bagus gak kalah sama kartun Upin Ipin bahkan Doraemon, aku juga yakin beberapa tahun kedepan kartun karya anak bangsa kita bisa menandingi kartun-kartu kesukaan kita bahkan kartun kita akan lebih baik dari Walt Disney
Ela       : Aku jadi ngerasa bersalah sama kamu kamu Kah! Maafin aku yah!
Ikah     : Iya La aku pasti maafin kamu, aku juga ngerasa bersalah, maafin aku juga yah!
Ela       : Iya aku juga pasti maafin kamu kok
Adhe   : Nah gitu dong, kalau gitukan keliatannya enak, eh iya karena kalian juga suka sama animasi aku mau ngajakin kalian ikutan lomba membuat animasi tahun depan, dan dari sekarang kita berlatih bersama-sama oke!!
Ela Ikah: Okkeee!!!
Lega    : (menghampiri mereka) Terus aku gimana?
Adhe   : kamu juga dong, kamu kan temen kita yang paling besar
Lega    : Ehhh.. dasar kamu ya.. hhahaha
Akhirnya mereka berpelukan dengan penuh tawa dan keceriaan diantara mereka.

Friday, 20 March 2015

Move On

 Hasil gambar untuk alay move on
Mungkin kita pernah mendengar bahkan sering kata-kata move on tentunya dari siapa lagi kalau bukan alaycius (panggilan untuk alay versi saya), mereka akan saling memberi semangat jika ada salah satu temannya yang kesulitan untuk move on ‘aayuu.. duUnkK elloohh harus cemunguutt elloohh harus bisa move on’ atau untuk menyemangati dirinya sendiri ‘guuee arus cemungguutt.. guee arus move on gue harus blokir facebook dia dan block twitter dia pokoknya gue arus move on’ haha.. maaf yang tersinggung, dan ternyata pembahasan kita kali ini bukan ngomongin para alaycius tetapi kali ini gue mau ngasih tips buat move on.

     Move on.. ya kata yang mudah kita katakan tapi sulit untuk dilakukan,  kita dengan mudah memberi semangat pada teman kita yang tidak beruntung dalam masalah percintaan untuk bangkit dan jangan terpuruk dengan kisah cinta yang sedang dilaluinya. Mungkin kata-kata yang akan kita alamatkan pada teman kita seperti ‘udahlah sob, jangan mikirin terus cewe itu mendingan nyari cewek lain, tuh liat banyak cewek cantik di sekolah kita’ gue yakin saat kita mengalami hal yang sama, kata-katanya yang tadi di alamatkan pada orang lain tak akan berbanding lurus dengan sikap yang kita lakukan untuk menghadapi hal itu. Dan jangan kaget jika kata-kata itu akan menjadi boomerang yang akan membuat anda kesal semisal begini, suatu hari anda baru saja putus dari pasangan anda dan alhasil itu membuat anda menjadi down, belum selesai dengan masalah mental anda tadi anda harus dihadapkan dengan beberapa celotehan dari beberapa teman anda yang membalikan kata-kata anda tadi. Haha... sulit memang untuk move on dan satu hal yang jangan dilakukan adalah update status ataupun ngetwit dengan kata-kata alay yang menunjukan kegalauan anda. Seperti ‘Adyyuuhh.. pucinggg nih pala barbie gara-gara cii cuyungg...  mutusin gue’ haha.. maaf untuk anda alaycius dan terlanjur membaca tulisan ini sehingga membuat anda tersinggung, tapi bagi anda yang tidak alay atau dalam level alay normal boleh melanjutkan membaca tulisan ini. Baik tanpa menunggu alaycius itu insyaf gue kasih tips-tips untuk move on:

1.     Lupakan hal-hal tentang dia

Gak lucu kalau kita mau move on masih dan terus mengingat kenangan-kenangan sama dia, mulailah delete hal-hal yang membuat kita teringat lagi sama si doi, eiitt.. sebentar sebelum anda mendelete semuanya sisakan beberapa hal menguntungkan bagi anda misalnya anda jangan melupakan barang-barang apa yang pernah anda kasih sama si doi karena itu bisa anda minta kembali karena anda telah putus atau beberapa hal lain yang akan menguntungkan anda misalnya ia sering lupa menaruh uang, sering tidak menghabiskan makanannya pada malam minggu untuk itu jangan beli makan pada malam minggu anda tinggal datang saja ke rumahnya dan habiskan makanannya.

2.     Kurangi hubungan di jejaring sosial

Ini yang penting di zaman modern seperti sekarang ini hubungan bisa mudah dijalin dengan banyak orang tidak terkecuali dengan yang kita juluki sebagai makhluk masa lalu yaitu mantan, jangan sampai saat kangen pada mantan, anda membuka-buka facebook atau twitternya. Ternyata dari berbagai status dan tweetnya anda menemukan sesuatu yang membuat anda seperti terpukul oleh sarung tinju maria sharapova  :D pasti begitu menyakitkan, yang  membuat anda berfikir ‘kok dia lebih cepet move on ya?’ saran saya secepat mungkin remove friend facebooknya dan block twitternya, inget secepat mungkin jangan nunggu alaycius insyaf dulu

3.     Hindari kontak mata dengannya

       Ada pepatah yang mengatakan dari mata turun ke hati, akan sia-sia jika itu sampai terjadi, rencana kita untuk move on akan terganggu bahkan hilang jika rasa cinta itu kembali mampir diperasaan kita, saran saya pakailah penutup mata di tempat-tempat yang akan menyebabkan kita bertemu dengan si mantan misalnya di kantin, lapangan upacara, di jalan, atau di toilet sekolah untuk yang satu ini anda harus membuka penutup mata anda karena yang akan terjadi apabila anda tidak dapat melihat tanda toilet pria/wanita yang ada anda akan menerima pukulan telak jika sampai anda salah masuk toilet, jadi jangan sampai hal konyol itu menimpa diri anda.
 
4.     Mulailah buka hati anda untuk menerima cinta yang lain

      Setelah anda mencoba melupakan si mantan, mulailah mengobati luka di perasaan anda dengan membuka hati anda untuk orang lain. Mengapa demikian karena jika anda telah memiliki pasangan yang lebih ganteng/cantik anda bisa membanggakan itu di depan si mantan, anda bisa saling comment-commentnan di facebook, anda bisa saling sapa dengan membuat status yang ditujukan pada pasangan anda “pagi cuyuuunk.. siang cuyuunkk.. met bobo.. eeaaahh..” eehh.. itu yang dilakukan alaycius tapi ada sedikit juga yang dapat kita pelajari.

Hasil gambar untuk akhirnya bisa move on
 
5.     Gunakan hobi anda untuk move on

           Bagi anda yang kapok dengan sistem perpacaran yang ada saat ini, anda boleh menjadikan hobi anda sebagai ajang untuk move on, contohnya seperti yang saya alami saat ini karena saya hobi menulis saya mencoba menghibur diri sendiri dan sekaligus memberi tips untuk kalian semua, bagusnya lagi tiap kali anda merasa galau dan ingin kegalauan itu menghasilkan sesuatu buatlah puisi sesuai keadaan anda saat itu dan jangan lupa bagikan pada teman-teman.
 
      Mungkin sampai disini tips yang dapat saya sampaikan, kesimpulannya adalah ‘Move on’ terdiri dari dua kata dengan enam huruf dan satu spasi diantara dua kata tersebut. sekian



 

Monday, 16 February 2015

Mari mencegah rasa malas, untuk meraih prestasi



KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah memberikan berkat, rahmat, serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis sederhana ini dengan judul “Mari menghindari Rasa Malas, untuk Meraih Prestasi”

          Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi tugas di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saya menyadari bahwa penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya karya ilmiah ini.
        
          Selanjutnya terimakasih saya sampaikan kepada yang terhormat guru Bahasa Indonesia kami Ibu Leni Kusumawati yang telah membimbing kami sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.
              
           Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat menyadarkan para siswa atau siswi SMPN 1 JALASKASANA untuk menghindari rasa malas demi kemajuan prestasi sekolah maupun masing-masing individu.

Jalaksana, 10 Februari 2015






Daftar Isi

  Kata Pengantar__________________________________________________i
  Daftar Isi_________________________________________________________ii
  Bab I (Pendahuluan)_____________________________________________1
  1.1 Latar belakang masalah_____________________________________1
  1.2 Rumusan Permasalahan_____________________________________1
  1.3 Tujuan Karya Tulis___________________________________________1
  1.4 metode________________________________________________________1
  1.5 Manfaat/Kegunaan ___________________________________________1
  1.6 Sistematika___________________________________________________2
  Bab II (Pembahasan)_____________________________________________3
  2.1 Pengertian Rasa Malas_______________________________________3
  2.2 Faktor- Faktor Penyebab Rasa Malas________________________3
  2.3 Ciri-Ciri Orang Malas__________________________________________4
  2.4 Dampak yang disebabkan oleh rasa malas___________________5
  2.5 Cara mengatasi rasa malas___________________________________6
  Bab III (Penutup)___________________________________________________9
  3.1 Kesimpulan____________________________________________________9
  3.2 Saran___________________________________________________________9
  Daftar Pustaka_____________________________________________________10
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


BAB I (Pendahuluan)
 1.1   Latar Belakang
Perkembangan dunia semakin melaju di segala bidang dan sisi kehidupan. Khususnya di Indonesia, sejak perubahan besar dan dan tercatat sebagai sejarah emas dan dibuktikan oleh para pahlawan bangsa yang penuh semangat baja dan keberanian untuk berubah, untuk merdeka dan berani dalam suatu kemajuan.

Seiring dengan perubahan secara global, perubahan yang dulu pernah dimulai masih harus diperbarui, malah bisa dibilang semangat itu sudah semakin terkikis. Kita masih tertinggal diberbagai bidang, ini semua berawal dari belum berubahnya paradigma dan pemikiran tentang kemajuan dan terlebih adanya rasa malas untuk mencapai suatu kemajuan dan perubahan besar.

Seperti yang dikatakan Mukhlisin Al-Bonai dalam bukunya Raih Prestasi Tinggi Tanpa Rasa Malas “Tidak ada seorangpun yang berhak menyandang gelar kemajuan dan kemenangan dalam hidup ini dengan ciri kemalasan dalam pencapaian keberhasilan tersebut”. Mengapa ini bisa terjadi? Karena kita tidak memiliki keberanian untuk maju, berubah dan menjadi yang terbaik, dan tanpa kita sadari kita menjadikan kemalasan pada diri kita seolah-olah sebagai teman setia kita yang menemani kita di setiap waktu.
1.2   Rumusan Masalah
Secara umum rumusan masalah tersebut adalah:
1.      Apa itu Rasa Malas?
2.      Mengapa rasa malas bisa timbul?
3.      Apa Ciri-Ciri Orang yang Malas?
4.      Dampak apa yang ditimbulkan akibat Rasa Malas?
5.      Bagaimana cara mengatasi rasa malas?
1.3   Tujuan Karya Tulis
Tujuan karya tulis ini dibuat adalah  sebagai berikut:
1.      Kita dapat mengetahui definisi rasa malas
2.      Mengenal apa itu malas dan mengenali penyebabnya
3.      Mengurangi rasa malas yang telah tumbuh dalam diri kita
4.      Memberi pengetahuan tentang rasa malas kepada pembaca
5.      Menghindari rasa malas
6.      Bangkit dari rasa malas untuk maju
1.4   Metode Penelitian
            Metode yang digunakan berasal dari buku dan internet
1.5   Manfaat/kegunaan
1. Mengetahui apa itu rasa malas
2. Mengetahui penyebab rasa malas
3. Menjadi bahan renungan agar terhindar dari sikap malas
4. Menghilangkan ciri-ciri kemalasan pada diri
5. Memiliki cara agar terhindar dari rasa malas
1.6   Sistematika
Kata Pengantar
  Daftar Isi
  1.Bab I (Pendahuluan)
  1.1 Latar belakang masalah
  1.2 Rumusan Permasalahan
  1.3 Tujuan Karya Tulis
  1.4 Manfaat/Kegunaan
  1.5 Metode Penelitian
  1.6 Sistematika
  2.Bab II (Pembahasan)
  2.1 Pengertian Rasa Malas
  2.2 Faktor- Faktor Penyebab Rasa Malas
  2.3 Ciri-Ciri Orang Malas
  2.4 Dampak yang disebabkan oleh rasa malas
  2.5 Cara mengatasi rasa malas
  3.Bab III (Penutup)
  3.1 Kesimpulan
  3.2 Saran
  Daftar Pustaka




BAB II (Pembahasan)

 2.1   Pengertian Malas
Malas merupakan sifat yang dimiliki manusia yang masih menjadi misteri adanya dalam diri manusia, namun sangat besar dampaknya bagi pribadi dan kemajuan serta kemunduran peradaban suatu ummat.
Orang malas adalah seseorang yang berada pada tingkatan paling bawah. Tahukah kamu mengapa mereka selalu ada di tingkatan paling bawah? Sebab orang malas selalu mengulur waktu untuk melakukan sesuatu. Seperti yang kita ketahui perkataan yang selalu mereka ucapkan "iya sebentar lagi." atau perkataan berikut "nanti juga bisa." Inilah sebabnya orang malas tidak pernah berhasil. Mereka selalu mengulur waktu. Bukankah ada pribahasa yang mengatakan "waktu adalah uang."Jadi masihkah mau jadi orang malas?
Malas bisa berarti banyak hal, malas belajar (umum terjadi pada pelajar) ataupun malas dalam lingkup yang universal yaitu malas dalam mengerjakan sesuatu, tapi memang rasa malas sudah merupakan fitrah dari Tuhan dan kita harus yakin bahwa pemberian Tuhan itu selalu ada manfaatnya, hanya saja permasalahannya terletak pada bagaimana kita mengatasi rasa malas tersebut, mencoba mengambil manfaat atau hikmah dari penanganan rasa malas kita dan belajar melihat dari sudut pandang yang lebih baik.
Malas itu bisa diibaratkan seperti keimanan kita yang ada kalanya meningkat dan ada kalanya menurun. Tapi ternyata kalau dilatih terus menerus dan teratur keimanan itu bisa meningkat atau setidaknya tidak menurun. Begitupun dengan malas, dengan cara teratur diikuti dengan kekonsistenan kita mengerjakan metode atau cara mengatasi rasa malas, insyaallah rasa malas bisa di atasi dan bukan tak mungkin bisa berubah menjadi rajin.
 2.2   Faktor-Faktor Penyebab Rasa Malas
Malas datang seperti malaria atau penyakit ganas yang menyakitkan, tentu bukan secara fisik akan tetapi mematikan kreativitas otak manusia itu sendiri yang enggan melakukan sesuatu yang produktif dan sebaliknya lebih suka lalai hanyut dalam dunia tunda menunda.
Sekarang masuklah kedalam gua pikiran anda dan kita akan menemukan di dinding-dinding gua pikiran kita beberapa daftar goresan tinta tentang faktor-faktor penyebab kemalasan sebagai berikut:
1.      Malas karena lelah atau capek
Kita kelelahan dan itu mungkin wajar-wajar saja, tapi jangan menjadi alasan untuk tidak meneruskan atau melakukan aktivitas yang lain dan jangan sebaiknya hanya bersantai-santai memanjakan diri dia atas kasur sehingga tanpa kita sadari rasa malas itu akan muncul dengan sendirinya.
Oleh karena itu, kita haruslah mengerjakan pekerjaan lain setelah selesai dari pekerjaan tersebut, seperti termaktub dalam Al-Qur’an:
Maka apabila kamu  telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain)” (Q.S. Al-Insyirah:7)
2.      Malas karena waktu luang atau libur
Dalam realita kita sehari-hari, kita sering terlena dan lalai ketika libur dan waktu luang, kita berpikiran bahwa waktu masih panjang, inilah salah satu penyebab kemunduran peradaban suatu ummat yang lalai dan tidak bijak dalam mengisi kekosongan waktu. Kekosongan waktu bisa menjadi teman yang baik kalau kita pandai memanfaatkannya, dilain keadaan ia akan menjadi musuh dalam selimut jika kita lalai dan malas mengisinya.
3.      Malas karena sulit melakukan sesuatu
Banyak orang mendadak berhenti untuk bergerak ketika mereka menemukan hal-hal yang sulit dikerjakan dalam hidup mereka dan pada akhirnya mereka merasa jenuh dan menimbulkan rasa malas .
Sebagai ilustrasi sederhana seorang pelajar merasa sulit belajar kimia atau bahasa inggris, ia berlatih dan menunda–nunda untuk mempelajarinya dengan alasan sulit dan pada soal yang bersamaan timbulah rasa jenuh dan malas.
Intinya, jangan menunda-nuda waktu walau hal yang dihadapi sulit, harus dimulai, harus dicoba, dicoba lagi, diulangi lagi, apabila memang menemukan kesulitan, tetap terus dipelajari sambil bertanya kepada  orang lebih ahli. Seperti yang termaktub dalam Firman Allah:
“Dan bahwasanya seseorang manusia tiada meperoleh (seuatupun) selain (dari) apa yang telah dia usahakan”. (Q.S. An-Najm:39)
4.      Malas dikarenakan hobi menunda-nunda pekerjaan
Menunda-nunda adalah buah dari rasa malas yang diperturutkan, karena tidak akan selesai suatu pekerjaan apapun dengan ditunda, inilah salah satu penyebab kemunduran ummat itu.
Ada sebuah ungkapan yang kami kutip dalam buku Secangkir Kopi Manis yang tulis Andi Yuseno, adalah seperti berikut ini:
“Saya akan melewati jalan ini hanya sekali karenanya setiap perbuatan baik yang dapat saya lakukan atau kebaikan apapun yang dapat saya  perlihatkan kepada siapapun biarlah saya melakukan sekarang. Jangan biarkan saya menunda, juga jangan biarkan saya mengabaikannya, karena mungkin saya tidak akan melewati jalan ini lagi”
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa kita tidak boleh membiarkan waktu yang sedang kita lewati saat ini terbuang sia-sia, karena sesungguhnya kita hanya memiliki tiga waktu yaitu kemarin yang sudah terlewat, sekarang yang sedang kita lewati, dan esok hari yang masih menjadi misteri.
2.3    Ciri-Ciri orang yang malas
Kebanyakan orang mengaku ingin menjadi orang yang rajin, namun kenyataannya dia malah jadi orang pemalas. Meski banyak yang tidak sadar dengan sifat pemalasnya, orang pemalas bisa dilihat dari ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri orang malas:
1.      Tidak memiliki sasaran hidup yang jelas
2.      Filsafat hidup yang negatif
3.      Terlalu banyak dan terlalu lama membiarkan pikiran atau perasaan negatif
4.      Tidak mau memilih hal yang positif
5.      Hobi menunda-nuda pekerjaan
6.      selalu ingin hidup mudah
7.      Tidak mau bersusah payah
8.      Suka beralasan
9.      Sering telat waktu
10.  Suka tidur
11.  Selalu mengandalkan orang lain
 2.4   Dampak yang ditimbulkan oleh Rasa Malas
Hampir seluruhnya yang ditimbulkan oleh Rasa Malas adalah dampak yang negatif, berikut dampak dari Rasa Malas tersebut:
1.      Memiliki musuh dalam diri sendiri
Sebenarnya musuh terbesar kita  dalam hidup ini bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri.  Mungkin dengan enteng kita bisa mematahkan musuh kita dan membuatnya tersungkur, tetapi menaklukan diri sendiri terutama dari sifat buruk seperti memiliki sifat malas misalnya, adalah merupakan hal yang sangat sulit untuk ditaklukan.  Musuh berarti seseorang yang akan membuat kita celaka, nah berarti ketika kita memelihara sifat malas berarti kita telah membiarkan diri kita dicelakai oleh diri sendiri.
2.      Tidak memiliki tujuan hidup.
Jika kita malas, maka kita berada dalam sebuah posisi ketidak jelasan yang berujung pada kebingungan dan kebimbangan. Seorang pemalas tidak tahu apa sebenarnya tujuan hidup dia didunia ini. Seolah kehilangan arah mau kemana langkah-langkah nya dia bawa, dia bingung tugas dia hidup di dunia ini untuk apa. Jika ini terus dibiarkan tentunya ini adalah hal yang sangat berbahaya karena bisa merusak mental pribadi kita.
3.      Mencuri masa depan
Malas dapat mengambil, mencuri dan merampas apapun yang kita miliki. Malas adalah pencuri yang nyata, dia bisa mencuri masa depan kita, mencuri harta benda kita, bahkan mencuri orang-orang yang kita sayangi disekitar kita. Sehingga kita menjadi orang yang kehilangan, benar-benar kehilangan.
4.      Menjadi penyakit pada tubuh
Pemalas memliki sikap mental yang buruk dan sangat lemah, dia tidak akan tahan pada setiap cobaan hidup yang menerpanya. Karena segala sesuatunya dianggap sulit dan berat. Malas tidak hanya membuat mental kita jadi lemah, tetapi juga buruknya pengaruh fisik kita. Yang ujungnya akan membawa penyesalan pada diri kita sendiri.
5.      Otak tidak dapat berfikir dengan baik
Otak seorang pemalas tidak akan bekerja dengan baik. Pemalas tidak akan merasa tertantang dengan adanya tantangan hidup setiap hari yang dia hadapi, dia cenderung membiarkan dan tidak bertanggung jawab akan fungsi dia hidup dimuka bumi ini. Pemalas memiliki ingatan yang lemah bahkan buruk, karena otaknya jarang dipakai dan dilatih untuk hal-hal yang sifatnya menantang, dia cenderung meremehkan dan mengkritik apapun yang dia lihat tanpa mencobanya sendiri.

6.      Ingatan lemah.
Karena pemalas jarang melatih otaknya, maka ketika dia diajukan sebuah pertanyaan maka dia akan sangat lama menjawabnya, karena otaknya jarang dilatih yang membuat dirinya lebih tua dari usia aslinya.
7.      Tidak Produktif.
Malas tidak akan mengerjakan PR anda, tidak juga menjawab soal-soal ujian anda. Malas mengarah kepada aspek tidak produktif dan membuang-buang waktu. Malas hanya akan mengundang hal-hal buruk dalam hidup kita. Malas adalah perayu paling ulung yang membawa kita pada sebuah kegagalan hidup.
 2.5   Cara mengatasi Rasa Malas
Rasa malas memang harus dan wajib untuk kita atasi karena jika kita biarkan begitu saja rasa malas yang sudah ada pada diri kita dengan sendirinya rasa malas itu akan semakin berakar dan berkembang dalam diri kita, berikut cara mengatasi rasa malas tersebut:
1. Banyak membaca
Jenis bacaannya bisa bermacam-macam, buku, komik, novel ataupun majalah karena disini tidak mempermasalahkan dahulu apakah buku itu baik atau tidak untuk dibaca, tapi yang penting adalah benar terlebih dahulu, benar dalam rangka untuk membentuk kebiasaan dan sifat tidak malas karena nanti itu akan menjadi kepribadian dan karakter kita. Dampak dari membaca adalah kita akan berfikir lebih "jauh" dan akan merasa rugi jika membuat waktu kita tidak efektif dan terbuang dengan sia-sia karena telah terbiasa untuk selalu mengefektifkan waktunya dengan cara yang benar. Sedangkan untuk implementasi dari membaca bisa dengan mengajar, menulis, dll. Setelah kita membaca yang ‘benar’, kemudian bertambah tingkatan menjadi baik sehingga menjadi "membaca yang benar dan baik". Baik disini mengandung arti membaca buku-buku yang bermanfaat dan baik tentunya seperti buku tentang pengembangan diri, ilmu pengetahuan maupun agama, bukan lagi buku seperti komik, novel , majalah, dsb. yang biasanya informasinya tidak berlaku untuk jangka waktu yang lama dan tentunya dari segi manfaat dan bobot isi berbeda dengan buku yang baik tadi.
Dan jika setelah membaca kita ingin mempunyai semangat, bacalah buku-buku tentang orang-orang yang sukses atau tokoh -tokoh terkenal, biasanya setelah membaca buku seperti itu, timbul semangat untuk maju dan ingin sukses seperti mereka atau bahkan melebihinya. Bukankah hidup ini harus selalu dinamis dan terus mengalami peningkatan seperti hadits yang sering kita dengar "Barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dialah orang yang diridhai atau diberi rahmat oleh Allah".
2. Permainan pikiran.
Ketika kita ingin melakukan sesuatu dan tiba-tiba rasa malas muncul, jangan pernah mengucapkan ataupun berpikiran negatif seperti "ah.cape nih, sepertinya tidak akan benar". Lebih baik berpikiran positif seperti "wah..sepertinya asyik nih.pasti rame, come on semangat..semangat. Karena bagimanapun juga energi yang digunakan untuk berpikiran yang negatif dengan positif itu adalah equal alias sama, jadi bukankah lebih baik apabila kita hanya memasukkan pikiran yang positif saja. Otak secara otomatis akan menerima perintah dan masukan dari kita. Kalau berpikiran malas, pasti rasanya malas terus, otak kita akan mencari alasan supaya kita menjadi malas. "Apa yang anda pikirkan akan menjadi kenyataan" Kemudian jika kita melakukan sesuatu harus sesuai mood dan kalau tidak mood maka yang ada hanya malas, yakinlah tidak akan sempurna, seharusnya mood atau tidak, kerjakan saja. Justru mood itu datang saat kita sedang melakukan suatu kegiatan, bukan sebelum kegiatan tersebut akan dilakukan. Masalah penampakan mood itu hanya sebuah alasan sebagai persembunyian akan rasa malas tersebut. Jadi Intinya kerjakan saja dan selalu berpikiran positif, semua itu akan membuat hidup lebih hidup.. Rasa malas tidak akan pernah hilang jika kita terus berpikiran malas dan hanya menunggu malasnya hilang.
3. Memiliki Tujuan
Hidup bisa diibaratkan dengan sebuah kapal laut dan kitalah nahkodanya. Kalau seorang nahkoda tidak punya tujuan dan tidak mempunyai kejelasan mau dibawa kemana kapal tersebut, maka kapal itu hanya akan terombang-ambing oleh ombak dan hanya mengikuti kemana air mengalir. Dengan tujuan kita punya impian dan akan mengarahkan upaya untuk mencapai tujuan tersebut sehingga rasa malas akan tersingkirkan.
Sangatlah rugi kalau hidup ini layaknya kapal tadi, hanya mengikuti kemana air mengalir, tidak punya suatu kejelasan. Hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan, seperti kata bijak "masa depan adalah apa yang kita lakukan pada hari ini". Terus kalau kita malas terus, bisa ditebak bagaimana jadinya masa depan kita. Semakin banyak yang kita perbuat semakin nyatalah jati diri kita. Kemudian untuk mengatasi malas, kita juga harus selalu introspeksi diri sendiri supaya kita terus memperbaharui diri dan memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. Dan jangan lupa juga untuk selalu berpikiran ke depan. Silakan malas malasan sekarang, tapi kita juga harus siap dan berani menanggung akibatnya suatu saat nanti, apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Ingat, kitalah pemimpin diri kita sendiri!.
4. Berdoa
Meskipun dengan semangat yang menggebu, banyak membaca, dan terus mencari cara untuk menghilangkan malas, tetap saja kalau tanpa seizin-Nya, semua itu tidak akan pernah berhasil. Supaya kita tidak jadi orang yang sombong, banyak - banyaklah berdoa karena doa merupakan suatu pengharapan yang akan membuat kita selalu termotivasi khususnya secara psikologis. Kata - kata yang diucapkan dalam doa akan menjadi suatu pemikiran yang positif bagi kita. Lalu apa yang kita lakukan setelah kita berdoa? jawabnya adalah ikhtiar. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan suatu upaya. Sebagai wujud tanggung jawab dari doa kita adalah kita bersungguh-sungguh berusaha mewujudkan doa tersebut. Setelah itu barulah kita bertawakkal yang berarti menyerahkan setiap urusan kepada-Nya. Kita harus sadar bahwa kita itu penuh dengan keterbatasan, kita hanya bisa berusaha dan berdoa sedangkan Tuhanlah yang berhak menentukan. Tentunya supaya doa kita dikabulkan, syarat mutlak adalah rajin beribadah.



BAB III (Penutup)

 3.1   Kesimpulan
Rasa malas merupakan sifat yang sebetulnya wajar ada pada diri manusia, namun malas juga bisa jadi sebuah penyakit yang menyebabkan pemiliknya kehilangan produktifitas dan kreativitas, dan beberapa dampak negatif lainnya . Sehingga malas memang perlu dan wajib untuk kita hindari dan kita cegah demi mencapai suatu kesuksesan yang kita inginkan.
 3.2   Saran
Kita sebagai seorang siswa yang masih memiliki waktu yang masih sangat panjang untuk berkreasi dan mengejar kesuksesan yang kita idam-idamkan sebaiknya jangan sampai semangat yang kita miliki harus ternoda oleh kemalasan yang kita miliki. Sebaliknya kita harus mencegah semaksimal mungkin rasa malas tersbut dengan sikap yang menujukan semangat untuk meraih kesuksesan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Percaya diri
2.      Rajin
3.      Bertanggung jawab
4.      Bekerja keras
5.      Berwawasan luas
6.      Jujur
7.      Optimis
8.      Berjiwa besar
9.      Berpikir positif
10.  Adaptif
11.  Tidak sombong
12.  Tabah
13.  Sabar
14.  Ulet
15.  Punya motivasi
16.  Tenang
17.  Dapat dipercaya
18.  Berani mengambil resiko
19.  Mau belajar
20.  Punya inisiatif
21.  Kreatif
22.  Punya jiwa besar
23.  Fleksible tegas
24.  Menghargai waktu
25.  Menghargai kesempatan
26.  Menghormati orang lain
27.  Pantang menyerah
28.  Dan lainnya.

BAB IV (Daftar Pustaka)

            Al-Bonai, Muklisin.2011. Raih Prestasi Tinggi tanpa Rasa Malas. Riau:Sabila press
Yuseno, Andi.2009. Secangkir Kopi Manis. Jakarta:Kanaya press
Nurhasanah, Siti. 2008. Semua orang bisa sukses berwirausaha. Surakarta: Era Pustaka Utama.