Thursday, 29 January 2015

Resep Membuat Oncom Goreng Anti Galalu

Halo sobat, sedikit selingan dari saya. Cek this out

Pernahkah kalian saat pulang sekolah mendapati rumah kalian dalam keadaan sepi..?  mungkin kalian akan menjawab, 'Pernah'. Namun pernahkah pada saat kalian pulang sekolah tak ada orang dirumah dan tak ada makanan di atas meja makan...? mungkin kalian juga akan menjawab pernah. Pada saat seperti ini apa yang akan anda lakukan..? mungkin sebagian dari kalian akan melakukan berbagai hal seperti menggalaukan keadaan, memasrahkan keadaan, atau mungkin menangis dan berteriak-teriak keluar rumah, atau mungkin seperti seiring berkembangnya kemajuan tekhnologi saat seperti ini kalian malah Update Status, "Adyuuh ci4al bingiits, pulang cek0l4h k4g4 ad4 m4kanan" mana update statusnya pake kalkulator lagi, saya jamin jika kalian melakukan hal seperti di atas, sampai lebaran monyetpun kalian akan tetap galau, artinya keadaan sama sekali tak akan bisa berubah.
Haha... just for fun.
maka dari itu saya akan memberikan tips untuk kalian semua, sekaligus membasmi kegalauan kalian dan pastinya membasmi kelaparan kalian juga. oke tanpa menunggu lebaran monyet ini dia tipsnya. silahkan di simak, cara membuat makanan sederhana namun bermakna, mudah tapi tetap nikmat, dan yang pasti bahan-bahannya pun mudah dicari di toko-toko sekitar rumah kalian.

Resep Membuat Oncom Goreng













Bahan-bahan:
- 1 papan oncom potong kotak
- 150 gr terigu
- air secukupnya
- 2 batang daun bawang, iris halus
- 1 ikat daun kemangi, petik kuntum
- minyak untuk menggoreng
Bumbu halus:
- 3 siung bawang putih
- garam secukupnya
- merica bubuk secukupnya
- penyedap rasa ayam secukupnya
Cara membuat:
- cuci bersih oncom lalu tiriskan
- buat adonan pencelup dan terigu yang di encerkan dengan air secukupnya (jangan terlalu kental/encer), masukan irisan daun bawang dan daun kemangi dan bumbu halus, cicipi rasanya dan sesuikan dengan selera.
- celupkan potongan oncom ke adonan pencelup lalu goreng dalam minyak panas, bolak-balik oncom agar matangnya merata
- angkat dan sajikan diatas pirinng.

Selamat mencoba! katakan bye pada galau dan lapar

Saturday, 10 January 2015

Si Kecebong Mengejar Cinta episode terakhir



Setapak demi setapak ia menyusuri jalan menuju sekolahnya, ia mengenang setiap kejadian yang pernah terjadi disini, perasaan sedih mulai hinggap dalam pikirannya. Hari ini adalah hari terakhir ia bertemu dengan teman-temannya, dan yang paling berat adalah inilah saat terakhir ia akan melihat dan bertemu Jessica sebelum ia akan meninggalkan tempat ini. Singkat cerita ia telah sampai di gerbang sekolahnya, kesedihan kembali mengusik pikirannya begitu ia melihat teman-temannya yang sedang duduk di serambi kelas sambil menunggu bel masuk berbunyi, ia berjalan menghampiri mereka. “Eh Fan kenapa lu, keliatannya kayak yang kurang semangat gitu?”, tanya Rangga yang duduk paling ujung, “Eeh.. gapapa kok Ga”, sambil Tofan duduk disebelahnya.
Teettt.. teeettt... bel berbunyi Tofan duduk dikursinya, saat ia sedang meletakan tasnya di kursi tersebut Jessica berjalan melewatinya, tak ada reaksi apapun dari Tofan ia hanya melirik, dan selebihnya ia memilih cuek. Tofan kembali harus merasakan saat-saat yang berat dalam hidupnya, dengan hal itu Jessica merasa aneh tak seperti biasanya, biasanya jika ia bertemu tofan pasti Tofan akan selalu merayunya dan mengungkapkan kalimat-kalimat gombal yang biasanya selalu membuat Jessica geli mendengarnya, tapi tidak dengan hari itu semuanya tampak begitu berbeda.
Jessica yang duduk tepat dibelakangnya malah menebak-nebak apa yang terjadi dengan Tofan, “Paling dia gak dikasih duit tuh sama Emaknya, atau mungkin dia lagi sakit gigi jadi gak banyak ngomong, eehh.. kenapa lagi gue mikirin dia terserahlah apa yang terjadi sama dia itu bukan urusan gue”. Tapi sebetulnya hati kecil Jessica merasa kasihan juga melihat Tofan yang tampak murung seperti itu, tapi dilain sisi ia juga gengsi jika harus perduli pada Tofan. Teett... teett.. Bel berbunyi menandaka kegiatan di sekolah hari itu berakhir, dan juga menandakan bahwa itulah hari terakhir ia di sekolah.
Saat sedang berjalan menuju keluar kelas, tiba-tiba ada yang menepuk punggungnya dari belakang. Tofan merasa terkejut karena ternyata itu adalah Jessica, “Eh Jes, ada apa yah?” Tofan mencoba bersikap tetap cuek, “Eh enggak ada apa-apa kok, Cuma kayaknya ada yang beda ya dari kamu?”, “Beda, Beda apanya? Gak ada yang beda kok, tumben kamu mau ngobrol sama aku” Jessica merasa malu dengan perkataan Tofan tersebut, “Eeh emm.. enggak kok, cuman mau nanya aja, ya udah yah aku mau pulang dulu”. Jessicapun pergi dan mulai hilang dari pandangan matanya, saat itu Tofan merasa semangat hidupnya hilang juga.
Singkat kata Tofan telah berada di rumahnya, “Eh bapak kok jam segini udah pulang” sapa Tofan melihat bapaknya yang sudah pulang tak seperti biasanya, “Ini Fan bapak minta izin sama kantor buat pulang duluan, kan bapak harus menyiapkan barang-barang dan ada beberapa berkas juga, karena tiket sudah di pesankan kantor dan kita akan berangkat jam 9 pagi besok”, “Pak masalah itu Tofan minta maaf ya, Tofan gak seharusnya bersikap seperti itu”. Bapak tersenyum dan mendekati Tofan kemudian mengelus rambutnya, “Bapak ngerti kok, ini pasti berat bagi kamu, apalagi kamu harus ninggalin siapa tuh namanya ayang Jejes ya?”, “Eh kok bapak tau sih?” “Haha.. ya iyalah kamu kan sering mengigau manggil-manggil ayang Jejes sambil nyiumin guling lagi”, “Ah bapak” Tofan tersipu malu dengan itu “Eh iya pak, kan nanti Tofan pindah sekolah harus ada surat pindah sekolah dari sekolah Tofan”, “Oh kalau itu semua sudah di urus sama Emak”, “Oh gitu”. Hari itu mereka sekeluarga bekerja sama saling membantu membereskan barang-barang mereka untuk dibawa ke Bontang.
Pagipun telah tiba, mereka mulai mengumpulkan barang-barang yang akan mereka bawa di ruang tamu. Kesedihan kembali menghampiri Tofan saat melihat teman-temannya yang terlihat bersemangat menuju sekolah, sedangkan Tofan tengah bersedih akan meninggalkan kampung yang telah menjadi arena bermainnya, dan juga teman-teman yang telah lama ia kenal.
Tak terasa jam di dinding berjalan begitu cepat, saat itu tepat pukul 8 pagi, mereka mulai bergegas menuju bandara setelah sebelumnya Bapak mencari taxi yang akan mereka gunakan untuk menuju bandara, dan dilain tempat Jessica merasa ada sesuatu yang hilang dalam jiwanya melihat kursi di depannya kosong tak ada yang menduduki, entah mengapa ia merasakan bahwa iapun mencintai Tofan. Hari itu Jessica sangat gelisah di kelas, beberapa kali ia mengubap posisi duduknya tetapi semuanya serba salah sampai akhirnya bel pulangpun berbunyi dan Jessica bergegas pulang.
Jessica akhirnya sampai di rumahnya, tubuhnya terasa capai sekali, dan iapun merebahkan tubuhnya di kursi ruang keluarganya dan menyetel televisi, saat itu ada tayangan berita kecelakan taxi akibat rem blong di sekitar jl. Pahlawan. “Kasihan banget yah itu orang mana sekeluarga lagi” Jessica mengomentari tayangan berita tersebut kemudian kringg.. kringg.. handphone di sakunya berdering “Hallo Jes mendingan lo cepet ke sini deh ke RS Citra Medika!” suara dari seberang sana terdengar panik, “Emang ada apa Din?” ternyata itu adalah Dina teman sekelasnya, “Tofan Jes Tofan” “Kenapa sama Tofan, kalau ngomong yang bener lu Din”, “Eeuu.. Tofan kecelakaan Jes”, “Jangan bercanda lu Din, jangan main-main kalau ngomongg...” Jessica mulai meneteskan air matanya, tak disangka saat ia mulai mencintai Tofan sesuatu yang buruk malah menimpa Tofan.
Dengan masih mengenakan seragam smpnya ia buru-buru rumah sakit yang disebutkan Dina, di dalam mobil ia terus menangis Jessica tak akan sanggup menghadapi kenyataan terburuk yang akan menimpa Tofan, ia sangat mencintai Tofan dan menyesal telah menyia-nyiakannya, bahkan telah sering berbuat kasar padanya.
Setibanya di rumah sakit ia langsung menuju ruang ICU, dan saat ia berada tepat di depan kamar Tofan terlihat kedua orang tua dengan beberapa luka dikepala dan ditangannya dan ada beberapa teman sekelasnya disana, mereka tengah menangisi Tofan dengan keadaan yang terlihat begitu parah. Emak Tofan berdiri dan menghampiri Jessica, kemudian memeluknya “Neng kamu harus kuat apapun yang terjadi, Tofan pernah bilang kalau dia sangat menyayangi dan mencintai kamu”, Jessica menangis lebih keras dari sebelumnya “Jessica salah Mak, Jessica udah menyia-nyiakan Tofan, Jessica malu sama Emak”, “Emak ngerti kok, Emak gak akan nyalahin kamu Jes”.
Dokter keluar dari kamar tersebut dengan keadaan lesu “Dok bagaimana dengan anak saya dok?”, Bapak Tofan bertanya pada dokter dengan nada tinggi sambil ia terus menangis. “Maaf Ibu Bapak saya harus menyampaikan kabar buruk ini pada kalian, kemungkinan anak bapak dan ibu tak akan memiliki waktu lama lagi”, “Sekarang kalian boleh mendekati pasien sambil berdoa memohon keajaiban”, mendengar itu mereka menjadi semakin sedih, dan satu persatu masuk ke kamar sedangkan sebagian menuju mushola yang ada.
“Fan ini aku Fan kamu harus kuat, aku cinta kamu Fan, aku yakin kamu gak akan menyerah gitu aja, Fan kamu harus kuat demi Emak kamu dan bapak kamu, dan juga demi aku”, Tofan membuka kedua matanya dan tampaknya ia ingin bicara sesuatu, kemudian ia membuka oksigen yang menutup mulut dan hidungnya, “Jes waa..lau nanti raga ini taaa..k aa..kan ada di sampingmu, tapi percayaa..lah hati ini akan selalu mencintaimu”, “Kamu jangan ngomong gitu Fan kamu pasti sembuh...” saat itu Tofan terlihat sesak nafas, lalu Jessica mencoba memasangkan oksigen kembali tetapi Tofan melarangnya, “Mak Ba..pak ma..afin Tofan yah, Tofan sering ngelawan dan gak berbakti sa...ma kali..an, Tofan sayaang kkalii...an” Tofan kemudian terlihat sesak nafas sebelum kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. Tangisanpun pecah diantara mereka, semuanya tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa tofan telah dipanggil ke hadapan Yang Mahakuasa.
Tamat..

Thursday, 8 January 2015

Kunci Sukses



Setiap orang pasti menginginkan sukses, tapi hanya sedikit saja orang yang benar-benar melakukan sesuatu yang berarti untuk mencapai kesuksesannya. Kesuksesan tidak hanya diraih oleh yang  pintar saja tetapi sukses akan menghampiri dan akan akrab dengan orang yang mau berusaha, ulet, dan mau mengorbankan waktunya untuk mencapai kesuksesan.
Saya akan membagikan tips sukses untuk kalian, saya mendapatkan tips sukses ini dari guru IPA saya. Mungkin beliau hanya ingin sedikit memberi nasihat diawal semester (kebetulan waktu itu hari kedua KBM setelah liburan semester), tapi mungkin tanpa beliau sadari nasihatnya telah sangat memotivasi kami untuk mencapai kesuksesan umumnya untuk karir dimasa depan, khususnya  dalam belajar.
Berikut kata-kata sederhana tentang kunci seseorang untuk menuju sukses dari Bu Dra. Hj. Surtikanti yang setelah saya telaah dengan baik, setelah saya coba sedikit mengembangkannya ternyata kata-kata ini memiliki makna yang dalam : 
 
  •  Kesuksesan dimulai dari sekarang.
Kesuksesan itu dimulai sedini mungkin, tanpa harus menunggu waktu yang tepat. Bu Kanti (begitu sapaannya)  menggambarkan jika kita menunggu kita dewasa  memiliki istri/suami dan anak maka tidak akan ada waktu yang cukup karna fokus waktu kita akan terbagi dua antara karir dan keluarga, belum dengan masalah-masalah hidup lain yang biasa menghinggapi orang dewasa, dan kesuksesan itu hanya menjadi impian semata. Orang yang hobi menunda-nunda suatu pekerjaan sampai waktu yang tepat maka tak akan bisa ia mencapai hasil yang memuaskan, karena sesungguhnya tak ada waktu yang tepat dan tak akan pernah ada.

  •    Belajar itu menuju kebaikan.

Memang tepat sekali jika belajar itu menuju kebaikan, karena pendidikan itu merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai proses pendewasaan diri (menjadi lebih baik), lantas bagaimana jika ada orang yang mengajari orang lain untuk berbuat sesuatu yang buruk, misalnya memakai Narkoba, mencuri, dll. Itu bukan belajar melainkan menghajar, ya menghajar..! menghajar diri sendri untuk menuju tempat yang serendah-rendahnya.


  • Percaya diri modal kesuksesan.


Tanpa ada rasa percaya diri saya rasa orang yang sangat jenius, dan memiliki pemikiran yang sangat brilianpun tak akan mencapai kesuksesan. Sepenting itukah Percaya diri..?  Ya memang sangat penting sekali , Bu Kanti menggambarkan contoh orang yang tidak percaya diri. Saat seseorang yang tidak percaya diri mengerjakan soal ulangan , ia akan bertanya pada orang lain apakah jawabannya benar, dan saat ada jawaban yang berbeda dengan orang lain ia akan menggagantinya. Padahal sebelumnya ia telah mengisi dengan jawaban yang benar.


  •   Seseorang yang hanya melihat tumpukan buku saja tidak akan sukses.

Mungkin kalian akan setuju jika jawaban dari pernyataan ini adalah ‘Ya’.  Buku itu di ibaratkannya alat/modal untuk meraih mimpi, apakah kita hanya akan memandangi/mengagumi jalan sukses yang sudah ada di depan kita, tanpa harus sesegera mungkin kitapun masuk ke lintasan kesuksesan itu, atau malah hanya akan bertepuk tangan melihat orang-orang yang ada di lintasan sukses itu tengah berlomba mencapai garis finish (sukses), atau malah seperti kebanyakan orang yang saya temui dilapangan yang menganggap bahwa sukses itu hanya di dapat oleh keturunan yang sebelumnya sukses, seperti contoh sekarang ini banyak fenomena anak para artis yang mengikuti jejak orangtuanya menjadi bintang baru. Dengan adanya fenomena ini orang yang pesimis akan beranggapan “Ya iyalah dia bisa jadi artis, lha ibunya juga artis” atau “Pantas saja dia jadi artis, emang orangnya ganteng”. Tapi jika kita mampu membuka mata kita dan lebih optimis bahwa fenomena seperti ini hanya terjadi lebih sedikit daripada fenomena orang sukses yang pantang menyerah, from zero to hero, from nothing to something, dan banyak sekali istilah tentang ini.


  •    Setiap orang pasti bisa menjadi seperti orang lain.

Saya akan memberi berita baik bahwa nada optimis dapat mensugesti diri kita untuk dapat menjadi seperti apa yang kita ingin, misalnya kita selalu yakin bahwa kita akan sukses suatu saat kelak, dan tanpa kita sadari nada optimis yang telah tertanam dalam otak kita akan membuat kita selalu berusaha mencapai apa yang dipikirkan otak, tetapi kabar buruknya itupun dapat berlaku pada nada pesimis yang kita miliki, misalnya saat seseorang yang ingin menjadi menjadi juara di suatu perlombaan pesimis bahwa akan ada banyak saingan yang jauh lebih hebat dan berbakat darinya, tanpa kita sadari juga semangat kita sedikit demi sedikit semangat kita akan terkikis, dan akhirnya kegagalan tanpa bisa dicegah lagi akan menghampiri dirinya. Jadi buatlah tekad yang kuat bahwa kitapun dapat menjadi sukses seperti oranglain, dan tanamkan di setiap inchi demi inchi sel yang ada di otak kita bahwa sukses itu mudah, dan kitapun dapat sukses seperti orang lain.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya bagikan untuk kalian, mohon maaf jika ada sedikit kata yang ngawur. Wasalam...

Wednesday, 7 January 2015

Si Kecebong Mengejar Cinta eps 4



Tofan telah sampai didepan rumahnya kemudian memasukinya, rumahnya tampak sepi mungkin seisi rumah sudah tidur di kamarnya masing-masing. Dengan santai ia menuju kamarnya sambil bersiul, dan saat ia hendak memutar gagang pintu kamarnya, ia melihat bapaknya sedang melamun di kursi ruang keluarganya. Tadinya Tofan tidak mau memperdulikannya dan memilih masuk ke kamarnya, namun karena ia merasa iba kepada bapaknya iapun menghampiri bapaknya.

Tofan merasa kasihan melihat bapaknya yang  nampaknya sedang memiliki banyak pikiran, itu terlihat dari raut wajah bapaknya yang terlihat begitu gelisah dan sedang memegang kedua keningnya dengan kedua tangannya dengan bertumpu pada pahanya. “Bapak kenapa?”, bapaknya terkaget mendengar suara tofan dan kemudian mencoba menutupi kegelisahannya, “Eeeh.. kamu Fan, enggak kok bapak gapapa cuma sedikit ngantuk aja”, “Bapak jangan bohong, Tofan tau kok kalau bapak lahi banyak pikiran, coba Bapak ceritakan sama Tofan!”. Bapak menghela nafas dan sedikit berfikir, “Pak jangan ragu-ragu Tofan siap denger kok”, Tofan meyakinkan bapaknya yang nampak ragu, “Gini Fan sebenernya bapak gak mau bikin kamu kepikiran sama masalah bapak, tapi kalau kamu maksa ya sudah akan bapak ceritakan”.

Bapak berpindah tempat duduk dan mendekati Tofan, kemudian bapak mengusap kepala Tofan. “Kantor Bapak akan mengurangi beberapa pegawai yang sudah berumur, dan Bapakpun nampaknya juga terancam dan akan kehilangan pekerjaan Bapak, tapi tadi sore ada salah satu atasan bapak yang memberikan kabar baik sekaligus kabar buruk bagi kita, dia mengatakan bapak akan tetap diberi pekerjaan tetapi Bapak akan di mutasi ke kantor cabang di Bontang Kalimantan, dan keputusannya besok tetapi Bapak dengar lusa Bapak harus sudah berangkat ke Bontang”,  “Hah Bapak akan di mutasi ke Bontang, terus Tofan  gimana Pak, apa Tofan juga harus ikut Bapak?”, Tofan terkejut mendengar perkataan bapaknya. “Maafkan Bapak Fan sepertinya kamu harus ikut dengan bapak, karena Bapak akan mengumpulkan uang untuk modal usaha kita nanti dan Bapak gak mungkin harus yang istilahnya mengisi dua dapur sekaligus, sebenarnya Bapakpun sudah sangat mencintai rumah dan lingkungan kita”, mendengar itu Tofan terasa seperti disambar petir jika ia harus pindah, maka iapun harus pindah sekolah, dan jika ia harus pindah sekolah, ia juga akan terpisah dengan Jessica yang menjadi belahan jiwanya, yang sudah lama sangat ia cintai.

Tanpa berkata-kata lagi ia beranjak menuju kamarnya, ia merasa sangat kecewa pada bapaknya, dilain pihak Bapak merasa sangat bersalah karena telah menceritakan masalahnya pada Tofan, “Fan maafkan Bapak, Bapak gak bermaksud bikin kamu kecewa”, tanpa memperdulikan kata-kata bapaknya Tofan terus beranjak menuju kamarnya. Tofan mengunci pintu dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur, ia teringat dengan setiap kata demi kata yang bapaknya ucapkan tadi, ia merasa bersalah karena tak seharusnya ia bersikap seperti itu. Ia yakin menyadari bapaknya tak menginginkan keadaan yang seperti ini. Di atas kasur itu Tofan terus memikirkan peristiwa tadi hingga tertidur.Paginya saat ia akan berangkat sekolah ia berniat untuk meminta maaf kepada bapaknya, namun ia tak menemukan bapaknya, “Nanti sajalah” fikirnya, kemudian ia berangkat ke sekolah, mungkin ini adalah hari terakhir ia di sekolahnya, karena kemungkinan besok ia sudah akan pindah ke Bontang.

Bersambung.... nantikan episode terakhir hari sabtu ini, sedikit bocoran walau ini cerpen humor namun akan memiliki akhir yang sedih