Monday, 16 February 2015

Mari mencegah rasa malas, untuk meraih prestasi



KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah memberikan berkat, rahmat, serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis sederhana ini dengan judul “Mari menghindari Rasa Malas, untuk Meraih Prestasi”

          Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi tugas di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saya menyadari bahwa penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya karya ilmiah ini.
        
          Selanjutnya terimakasih saya sampaikan kepada yang terhormat guru Bahasa Indonesia kami Ibu Leni Kusumawati yang telah membimbing kami sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.
              
           Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat menyadarkan para siswa atau siswi SMPN 1 JALASKASANA untuk menghindari rasa malas demi kemajuan prestasi sekolah maupun masing-masing individu.

Jalaksana, 10 Februari 2015






Daftar Isi

  Kata Pengantar__________________________________________________i
  Daftar Isi_________________________________________________________ii
  Bab I (Pendahuluan)_____________________________________________1
  1.1 Latar belakang masalah_____________________________________1
  1.2 Rumusan Permasalahan_____________________________________1
  1.3 Tujuan Karya Tulis___________________________________________1
  1.4 metode________________________________________________________1
  1.5 Manfaat/Kegunaan ___________________________________________1
  1.6 Sistematika___________________________________________________2
  Bab II (Pembahasan)_____________________________________________3
  2.1 Pengertian Rasa Malas_______________________________________3
  2.2 Faktor- Faktor Penyebab Rasa Malas________________________3
  2.3 Ciri-Ciri Orang Malas__________________________________________4
  2.4 Dampak yang disebabkan oleh rasa malas___________________5
  2.5 Cara mengatasi rasa malas___________________________________6
  Bab III (Penutup)___________________________________________________9
  3.1 Kesimpulan____________________________________________________9
  3.2 Saran___________________________________________________________9
  Daftar Pustaka_____________________________________________________10
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


BAB I (Pendahuluan)
 1.1   Latar Belakang
Perkembangan dunia semakin melaju di segala bidang dan sisi kehidupan. Khususnya di Indonesia, sejak perubahan besar dan dan tercatat sebagai sejarah emas dan dibuktikan oleh para pahlawan bangsa yang penuh semangat baja dan keberanian untuk berubah, untuk merdeka dan berani dalam suatu kemajuan.

Seiring dengan perubahan secara global, perubahan yang dulu pernah dimulai masih harus diperbarui, malah bisa dibilang semangat itu sudah semakin terkikis. Kita masih tertinggal diberbagai bidang, ini semua berawal dari belum berubahnya paradigma dan pemikiran tentang kemajuan dan terlebih adanya rasa malas untuk mencapai suatu kemajuan dan perubahan besar.

Seperti yang dikatakan Mukhlisin Al-Bonai dalam bukunya Raih Prestasi Tinggi Tanpa Rasa Malas “Tidak ada seorangpun yang berhak menyandang gelar kemajuan dan kemenangan dalam hidup ini dengan ciri kemalasan dalam pencapaian keberhasilan tersebut”. Mengapa ini bisa terjadi? Karena kita tidak memiliki keberanian untuk maju, berubah dan menjadi yang terbaik, dan tanpa kita sadari kita menjadikan kemalasan pada diri kita seolah-olah sebagai teman setia kita yang menemani kita di setiap waktu.
1.2   Rumusan Masalah
Secara umum rumusan masalah tersebut adalah:
1.      Apa itu Rasa Malas?
2.      Mengapa rasa malas bisa timbul?
3.      Apa Ciri-Ciri Orang yang Malas?
4.      Dampak apa yang ditimbulkan akibat Rasa Malas?
5.      Bagaimana cara mengatasi rasa malas?
1.3   Tujuan Karya Tulis
Tujuan karya tulis ini dibuat adalah  sebagai berikut:
1.      Kita dapat mengetahui definisi rasa malas
2.      Mengenal apa itu malas dan mengenali penyebabnya
3.      Mengurangi rasa malas yang telah tumbuh dalam diri kita
4.      Memberi pengetahuan tentang rasa malas kepada pembaca
5.      Menghindari rasa malas
6.      Bangkit dari rasa malas untuk maju
1.4   Metode Penelitian
            Metode yang digunakan berasal dari buku dan internet
1.5   Manfaat/kegunaan
1. Mengetahui apa itu rasa malas
2. Mengetahui penyebab rasa malas
3. Menjadi bahan renungan agar terhindar dari sikap malas
4. Menghilangkan ciri-ciri kemalasan pada diri
5. Memiliki cara agar terhindar dari rasa malas
1.6   Sistematika
Kata Pengantar
  Daftar Isi
  1.Bab I (Pendahuluan)
  1.1 Latar belakang masalah
  1.2 Rumusan Permasalahan
  1.3 Tujuan Karya Tulis
  1.4 Manfaat/Kegunaan
  1.5 Metode Penelitian
  1.6 Sistematika
  2.Bab II (Pembahasan)
  2.1 Pengertian Rasa Malas
  2.2 Faktor- Faktor Penyebab Rasa Malas
  2.3 Ciri-Ciri Orang Malas
  2.4 Dampak yang disebabkan oleh rasa malas
  2.5 Cara mengatasi rasa malas
  3.Bab III (Penutup)
  3.1 Kesimpulan
  3.2 Saran
  Daftar Pustaka




BAB II (Pembahasan)

 2.1   Pengertian Malas
Malas merupakan sifat yang dimiliki manusia yang masih menjadi misteri adanya dalam diri manusia, namun sangat besar dampaknya bagi pribadi dan kemajuan serta kemunduran peradaban suatu ummat.
Orang malas adalah seseorang yang berada pada tingkatan paling bawah. Tahukah kamu mengapa mereka selalu ada di tingkatan paling bawah? Sebab orang malas selalu mengulur waktu untuk melakukan sesuatu. Seperti yang kita ketahui perkataan yang selalu mereka ucapkan "iya sebentar lagi." atau perkataan berikut "nanti juga bisa." Inilah sebabnya orang malas tidak pernah berhasil. Mereka selalu mengulur waktu. Bukankah ada pribahasa yang mengatakan "waktu adalah uang."Jadi masihkah mau jadi orang malas?
Malas bisa berarti banyak hal, malas belajar (umum terjadi pada pelajar) ataupun malas dalam lingkup yang universal yaitu malas dalam mengerjakan sesuatu, tapi memang rasa malas sudah merupakan fitrah dari Tuhan dan kita harus yakin bahwa pemberian Tuhan itu selalu ada manfaatnya, hanya saja permasalahannya terletak pada bagaimana kita mengatasi rasa malas tersebut, mencoba mengambil manfaat atau hikmah dari penanganan rasa malas kita dan belajar melihat dari sudut pandang yang lebih baik.
Malas itu bisa diibaratkan seperti keimanan kita yang ada kalanya meningkat dan ada kalanya menurun. Tapi ternyata kalau dilatih terus menerus dan teratur keimanan itu bisa meningkat atau setidaknya tidak menurun. Begitupun dengan malas, dengan cara teratur diikuti dengan kekonsistenan kita mengerjakan metode atau cara mengatasi rasa malas, insyaallah rasa malas bisa di atasi dan bukan tak mungkin bisa berubah menjadi rajin.
 2.2   Faktor-Faktor Penyebab Rasa Malas
Malas datang seperti malaria atau penyakit ganas yang menyakitkan, tentu bukan secara fisik akan tetapi mematikan kreativitas otak manusia itu sendiri yang enggan melakukan sesuatu yang produktif dan sebaliknya lebih suka lalai hanyut dalam dunia tunda menunda.
Sekarang masuklah kedalam gua pikiran anda dan kita akan menemukan di dinding-dinding gua pikiran kita beberapa daftar goresan tinta tentang faktor-faktor penyebab kemalasan sebagai berikut:
1.      Malas karena lelah atau capek
Kita kelelahan dan itu mungkin wajar-wajar saja, tapi jangan menjadi alasan untuk tidak meneruskan atau melakukan aktivitas yang lain dan jangan sebaiknya hanya bersantai-santai memanjakan diri dia atas kasur sehingga tanpa kita sadari rasa malas itu akan muncul dengan sendirinya.
Oleh karena itu, kita haruslah mengerjakan pekerjaan lain setelah selesai dari pekerjaan tersebut, seperti termaktub dalam Al-Qur’an:
Maka apabila kamu  telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain)” (Q.S. Al-Insyirah:7)
2.      Malas karena waktu luang atau libur
Dalam realita kita sehari-hari, kita sering terlena dan lalai ketika libur dan waktu luang, kita berpikiran bahwa waktu masih panjang, inilah salah satu penyebab kemunduran peradaban suatu ummat yang lalai dan tidak bijak dalam mengisi kekosongan waktu. Kekosongan waktu bisa menjadi teman yang baik kalau kita pandai memanfaatkannya, dilain keadaan ia akan menjadi musuh dalam selimut jika kita lalai dan malas mengisinya.
3.      Malas karena sulit melakukan sesuatu
Banyak orang mendadak berhenti untuk bergerak ketika mereka menemukan hal-hal yang sulit dikerjakan dalam hidup mereka dan pada akhirnya mereka merasa jenuh dan menimbulkan rasa malas .
Sebagai ilustrasi sederhana seorang pelajar merasa sulit belajar kimia atau bahasa inggris, ia berlatih dan menunda–nunda untuk mempelajarinya dengan alasan sulit dan pada soal yang bersamaan timbulah rasa jenuh dan malas.
Intinya, jangan menunda-nuda waktu walau hal yang dihadapi sulit, harus dimulai, harus dicoba, dicoba lagi, diulangi lagi, apabila memang menemukan kesulitan, tetap terus dipelajari sambil bertanya kepada  orang lebih ahli. Seperti yang termaktub dalam Firman Allah:
“Dan bahwasanya seseorang manusia tiada meperoleh (seuatupun) selain (dari) apa yang telah dia usahakan”. (Q.S. An-Najm:39)
4.      Malas dikarenakan hobi menunda-nunda pekerjaan
Menunda-nunda adalah buah dari rasa malas yang diperturutkan, karena tidak akan selesai suatu pekerjaan apapun dengan ditunda, inilah salah satu penyebab kemunduran ummat itu.
Ada sebuah ungkapan yang kami kutip dalam buku Secangkir Kopi Manis yang tulis Andi Yuseno, adalah seperti berikut ini:
“Saya akan melewati jalan ini hanya sekali karenanya setiap perbuatan baik yang dapat saya lakukan atau kebaikan apapun yang dapat saya  perlihatkan kepada siapapun biarlah saya melakukan sekarang. Jangan biarkan saya menunda, juga jangan biarkan saya mengabaikannya, karena mungkin saya tidak akan melewati jalan ini lagi”
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa kita tidak boleh membiarkan waktu yang sedang kita lewati saat ini terbuang sia-sia, karena sesungguhnya kita hanya memiliki tiga waktu yaitu kemarin yang sudah terlewat, sekarang yang sedang kita lewati, dan esok hari yang masih menjadi misteri.
2.3    Ciri-Ciri orang yang malas
Kebanyakan orang mengaku ingin menjadi orang yang rajin, namun kenyataannya dia malah jadi orang pemalas. Meski banyak yang tidak sadar dengan sifat pemalasnya, orang pemalas bisa dilihat dari ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri orang malas:
1.      Tidak memiliki sasaran hidup yang jelas
2.      Filsafat hidup yang negatif
3.      Terlalu banyak dan terlalu lama membiarkan pikiran atau perasaan negatif
4.      Tidak mau memilih hal yang positif
5.      Hobi menunda-nuda pekerjaan
6.      selalu ingin hidup mudah
7.      Tidak mau bersusah payah
8.      Suka beralasan
9.      Sering telat waktu
10.  Suka tidur
11.  Selalu mengandalkan orang lain
 2.4   Dampak yang ditimbulkan oleh Rasa Malas
Hampir seluruhnya yang ditimbulkan oleh Rasa Malas adalah dampak yang negatif, berikut dampak dari Rasa Malas tersebut:
1.      Memiliki musuh dalam diri sendiri
Sebenarnya musuh terbesar kita  dalam hidup ini bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri.  Mungkin dengan enteng kita bisa mematahkan musuh kita dan membuatnya tersungkur, tetapi menaklukan diri sendiri terutama dari sifat buruk seperti memiliki sifat malas misalnya, adalah merupakan hal yang sangat sulit untuk ditaklukan.  Musuh berarti seseorang yang akan membuat kita celaka, nah berarti ketika kita memelihara sifat malas berarti kita telah membiarkan diri kita dicelakai oleh diri sendiri.
2.      Tidak memiliki tujuan hidup.
Jika kita malas, maka kita berada dalam sebuah posisi ketidak jelasan yang berujung pada kebingungan dan kebimbangan. Seorang pemalas tidak tahu apa sebenarnya tujuan hidup dia didunia ini. Seolah kehilangan arah mau kemana langkah-langkah nya dia bawa, dia bingung tugas dia hidup di dunia ini untuk apa. Jika ini terus dibiarkan tentunya ini adalah hal yang sangat berbahaya karena bisa merusak mental pribadi kita.
3.      Mencuri masa depan
Malas dapat mengambil, mencuri dan merampas apapun yang kita miliki. Malas adalah pencuri yang nyata, dia bisa mencuri masa depan kita, mencuri harta benda kita, bahkan mencuri orang-orang yang kita sayangi disekitar kita. Sehingga kita menjadi orang yang kehilangan, benar-benar kehilangan.
4.      Menjadi penyakit pada tubuh
Pemalas memliki sikap mental yang buruk dan sangat lemah, dia tidak akan tahan pada setiap cobaan hidup yang menerpanya. Karena segala sesuatunya dianggap sulit dan berat. Malas tidak hanya membuat mental kita jadi lemah, tetapi juga buruknya pengaruh fisik kita. Yang ujungnya akan membawa penyesalan pada diri kita sendiri.
5.      Otak tidak dapat berfikir dengan baik
Otak seorang pemalas tidak akan bekerja dengan baik. Pemalas tidak akan merasa tertantang dengan adanya tantangan hidup setiap hari yang dia hadapi, dia cenderung membiarkan dan tidak bertanggung jawab akan fungsi dia hidup dimuka bumi ini. Pemalas memiliki ingatan yang lemah bahkan buruk, karena otaknya jarang dipakai dan dilatih untuk hal-hal yang sifatnya menantang, dia cenderung meremehkan dan mengkritik apapun yang dia lihat tanpa mencobanya sendiri.

6.      Ingatan lemah.
Karena pemalas jarang melatih otaknya, maka ketika dia diajukan sebuah pertanyaan maka dia akan sangat lama menjawabnya, karena otaknya jarang dilatih yang membuat dirinya lebih tua dari usia aslinya.
7.      Tidak Produktif.
Malas tidak akan mengerjakan PR anda, tidak juga menjawab soal-soal ujian anda. Malas mengarah kepada aspek tidak produktif dan membuang-buang waktu. Malas hanya akan mengundang hal-hal buruk dalam hidup kita. Malas adalah perayu paling ulung yang membawa kita pada sebuah kegagalan hidup.
 2.5   Cara mengatasi Rasa Malas
Rasa malas memang harus dan wajib untuk kita atasi karena jika kita biarkan begitu saja rasa malas yang sudah ada pada diri kita dengan sendirinya rasa malas itu akan semakin berakar dan berkembang dalam diri kita, berikut cara mengatasi rasa malas tersebut:
1. Banyak membaca
Jenis bacaannya bisa bermacam-macam, buku, komik, novel ataupun majalah karena disini tidak mempermasalahkan dahulu apakah buku itu baik atau tidak untuk dibaca, tapi yang penting adalah benar terlebih dahulu, benar dalam rangka untuk membentuk kebiasaan dan sifat tidak malas karena nanti itu akan menjadi kepribadian dan karakter kita. Dampak dari membaca adalah kita akan berfikir lebih "jauh" dan akan merasa rugi jika membuat waktu kita tidak efektif dan terbuang dengan sia-sia karena telah terbiasa untuk selalu mengefektifkan waktunya dengan cara yang benar. Sedangkan untuk implementasi dari membaca bisa dengan mengajar, menulis, dll. Setelah kita membaca yang ‘benar’, kemudian bertambah tingkatan menjadi baik sehingga menjadi "membaca yang benar dan baik". Baik disini mengandung arti membaca buku-buku yang bermanfaat dan baik tentunya seperti buku tentang pengembangan diri, ilmu pengetahuan maupun agama, bukan lagi buku seperti komik, novel , majalah, dsb. yang biasanya informasinya tidak berlaku untuk jangka waktu yang lama dan tentunya dari segi manfaat dan bobot isi berbeda dengan buku yang baik tadi.
Dan jika setelah membaca kita ingin mempunyai semangat, bacalah buku-buku tentang orang-orang yang sukses atau tokoh -tokoh terkenal, biasanya setelah membaca buku seperti itu, timbul semangat untuk maju dan ingin sukses seperti mereka atau bahkan melebihinya. Bukankah hidup ini harus selalu dinamis dan terus mengalami peningkatan seperti hadits yang sering kita dengar "Barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dialah orang yang diridhai atau diberi rahmat oleh Allah".
2. Permainan pikiran.
Ketika kita ingin melakukan sesuatu dan tiba-tiba rasa malas muncul, jangan pernah mengucapkan ataupun berpikiran negatif seperti "ah.cape nih, sepertinya tidak akan benar". Lebih baik berpikiran positif seperti "wah..sepertinya asyik nih.pasti rame, come on semangat..semangat. Karena bagimanapun juga energi yang digunakan untuk berpikiran yang negatif dengan positif itu adalah equal alias sama, jadi bukankah lebih baik apabila kita hanya memasukkan pikiran yang positif saja. Otak secara otomatis akan menerima perintah dan masukan dari kita. Kalau berpikiran malas, pasti rasanya malas terus, otak kita akan mencari alasan supaya kita menjadi malas. "Apa yang anda pikirkan akan menjadi kenyataan" Kemudian jika kita melakukan sesuatu harus sesuai mood dan kalau tidak mood maka yang ada hanya malas, yakinlah tidak akan sempurna, seharusnya mood atau tidak, kerjakan saja. Justru mood itu datang saat kita sedang melakukan suatu kegiatan, bukan sebelum kegiatan tersebut akan dilakukan. Masalah penampakan mood itu hanya sebuah alasan sebagai persembunyian akan rasa malas tersebut. Jadi Intinya kerjakan saja dan selalu berpikiran positif, semua itu akan membuat hidup lebih hidup.. Rasa malas tidak akan pernah hilang jika kita terus berpikiran malas dan hanya menunggu malasnya hilang.
3. Memiliki Tujuan
Hidup bisa diibaratkan dengan sebuah kapal laut dan kitalah nahkodanya. Kalau seorang nahkoda tidak punya tujuan dan tidak mempunyai kejelasan mau dibawa kemana kapal tersebut, maka kapal itu hanya akan terombang-ambing oleh ombak dan hanya mengikuti kemana air mengalir. Dengan tujuan kita punya impian dan akan mengarahkan upaya untuk mencapai tujuan tersebut sehingga rasa malas akan tersingkirkan.
Sangatlah rugi kalau hidup ini layaknya kapal tadi, hanya mengikuti kemana air mengalir, tidak punya suatu kejelasan. Hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan, seperti kata bijak "masa depan adalah apa yang kita lakukan pada hari ini". Terus kalau kita malas terus, bisa ditebak bagaimana jadinya masa depan kita. Semakin banyak yang kita perbuat semakin nyatalah jati diri kita. Kemudian untuk mengatasi malas, kita juga harus selalu introspeksi diri sendiri supaya kita terus memperbaharui diri dan memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. Dan jangan lupa juga untuk selalu berpikiran ke depan. Silakan malas malasan sekarang, tapi kita juga harus siap dan berani menanggung akibatnya suatu saat nanti, apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Ingat, kitalah pemimpin diri kita sendiri!.
4. Berdoa
Meskipun dengan semangat yang menggebu, banyak membaca, dan terus mencari cara untuk menghilangkan malas, tetap saja kalau tanpa seizin-Nya, semua itu tidak akan pernah berhasil. Supaya kita tidak jadi orang yang sombong, banyak - banyaklah berdoa karena doa merupakan suatu pengharapan yang akan membuat kita selalu termotivasi khususnya secara psikologis. Kata - kata yang diucapkan dalam doa akan menjadi suatu pemikiran yang positif bagi kita. Lalu apa yang kita lakukan setelah kita berdoa? jawabnya adalah ikhtiar. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan suatu upaya. Sebagai wujud tanggung jawab dari doa kita adalah kita bersungguh-sungguh berusaha mewujudkan doa tersebut. Setelah itu barulah kita bertawakkal yang berarti menyerahkan setiap urusan kepada-Nya. Kita harus sadar bahwa kita itu penuh dengan keterbatasan, kita hanya bisa berusaha dan berdoa sedangkan Tuhanlah yang berhak menentukan. Tentunya supaya doa kita dikabulkan, syarat mutlak adalah rajin beribadah.



BAB III (Penutup)

 3.1   Kesimpulan
Rasa malas merupakan sifat yang sebetulnya wajar ada pada diri manusia, namun malas juga bisa jadi sebuah penyakit yang menyebabkan pemiliknya kehilangan produktifitas dan kreativitas, dan beberapa dampak negatif lainnya . Sehingga malas memang perlu dan wajib untuk kita hindari dan kita cegah demi mencapai suatu kesuksesan yang kita inginkan.
 3.2   Saran
Kita sebagai seorang siswa yang masih memiliki waktu yang masih sangat panjang untuk berkreasi dan mengejar kesuksesan yang kita idam-idamkan sebaiknya jangan sampai semangat yang kita miliki harus ternoda oleh kemalasan yang kita miliki. Sebaliknya kita harus mencegah semaksimal mungkin rasa malas tersbut dengan sikap yang menujukan semangat untuk meraih kesuksesan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Percaya diri
2.      Rajin
3.      Bertanggung jawab
4.      Bekerja keras
5.      Berwawasan luas
6.      Jujur
7.      Optimis
8.      Berjiwa besar
9.      Berpikir positif
10.  Adaptif
11.  Tidak sombong
12.  Tabah
13.  Sabar
14.  Ulet
15.  Punya motivasi
16.  Tenang
17.  Dapat dipercaya
18.  Berani mengambil resiko
19.  Mau belajar
20.  Punya inisiatif
21.  Kreatif
22.  Punya jiwa besar
23.  Fleksible tegas
24.  Menghargai waktu
25.  Menghargai kesempatan
26.  Menghormati orang lain
27.  Pantang menyerah
28.  Dan lainnya.

BAB IV (Daftar Pustaka)

            Al-Bonai, Muklisin.2011. Raih Prestasi Tinggi tanpa Rasa Malas. Riau:Sabila press
Yuseno, Andi.2009. Secangkir Kopi Manis. Jakarta:Kanaya press
Nurhasanah, Siti. 2008. Semua orang bisa sukses berwirausaha. Surakarta: Era Pustaka Utama.

No comments:

Post a Comment