KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah memberikan
berkat, rahmat, serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan karya
tulis sederhana ini dengan judul “Mari menghindari Rasa Malas, untuk Meraih
Prestasi”
Karya tulis ini disusun dalam rangka
memenuhi tugas di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saya menyadari bahwa
penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu saya sangat
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya karya
ilmiah ini.
Selanjutnya terimakasih saya
sampaikan kepada yang terhormat guru Bahasa Indonesia kami Ibu Leni Kusumawati
yang telah membimbing kami sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.
Semoga dengan adanya karya tulis ini
dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat menyadarkan para siswa atau siswi
SMPN 1 JALASKASANA untuk menghindari rasa malas demi kemajuan prestasi sekolah
maupun masing-masing individu.
Jalaksana,
10 Februari 2015
Daftar Isi
Kata
Pengantar__________________________________________________i
Daftar Isi_________________________________________________________ii
Bab I (Pendahuluan)_____________________________________________1
1.1 Latar belakang masalah_____________________________________1
1.2 Rumusan Permasalahan_____________________________________1
1.3 Tujuan Karya Tulis___________________________________________1
1.4 metode________________________________________________________1
1.5 Manfaat/Kegunaan
___________________________________________1
1.6 Sistematika___________________________________________________2
Bab II (Pembahasan)_____________________________________________3
2.1 Pengertian Rasa Malas_______________________________________3
2.2 Faktor- Faktor Penyebab Rasa Malas________________________3
2.3 Ciri-Ciri Orang Malas__________________________________________4
2.4 Dampak yang disebabkan oleh rasa malas___________________5
2.5 Cara mengatasi rasa malas___________________________________6
Bab III (Penutup)___________________________________________________9
3.1 Kesimpulan____________________________________________________9
3.2 Saran___________________________________________________________9
Daftar Pustaka_____________________________________________________10
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I (Pendahuluan)
1.1 Latar
Belakang
Perkembangan dunia semakin melaju di segala bidang
dan sisi kehidupan. Khususnya di Indonesia, sejak perubahan besar dan dan
tercatat sebagai sejarah emas dan dibuktikan oleh para pahlawan bangsa yang
penuh semangat baja dan keberanian untuk berubah, untuk merdeka dan berani
dalam suatu kemajuan.
Seiring dengan perubahan secara global, perubahan
yang dulu pernah dimulai masih harus diperbarui, malah bisa dibilang semangat
itu sudah semakin terkikis. Kita masih tertinggal diberbagai bidang, ini semua
berawal dari belum berubahnya paradigma dan pemikiran tentang kemajuan dan
terlebih adanya rasa malas untuk mencapai suatu kemajuan dan perubahan besar.
Seperti yang dikatakan Mukhlisin Al-Bonai dalam
bukunya Raih Prestasi Tinggi Tanpa Rasa
Malas “Tidak ada seorangpun yang berhak menyandang gelar kemajuan dan
kemenangan dalam hidup ini dengan ciri kemalasan dalam pencapaian keberhasilan
tersebut”. Mengapa ini bisa terjadi? Karena kita tidak memiliki keberanian
untuk maju, berubah dan menjadi yang terbaik, dan tanpa kita sadari kita
menjadikan kemalasan pada diri kita seolah-olah sebagai teman setia kita yang
menemani kita di setiap waktu.
1.2 Rumusan Masalah
Secara
umum rumusan masalah tersebut adalah:
1. Apa
itu Rasa Malas?
2. Mengapa
rasa malas bisa timbul?
3. Apa
Ciri-Ciri Orang yang Malas?
4. Dampak
apa yang ditimbulkan akibat Rasa Malas?
5. Bagaimana
cara mengatasi rasa malas?
1.3 Tujuan Karya Tulis
Tujuan
karya tulis ini dibuat adalah sebagai
berikut:
1. Kita
dapat mengetahui definisi rasa malas
2. Mengenal
apa itu malas dan mengenali penyebabnya
3. Mengurangi
rasa malas yang telah tumbuh dalam diri kita
4. Memberi
pengetahuan tentang rasa malas kepada pembaca
5. Menghindari
rasa malas
6. Bangkit
dari rasa malas untuk maju
1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan berasal dari buku dan internet
1.5 Manfaat/kegunaan
1. Mengetahui apa itu rasa malas
2. Mengetahui penyebab rasa malas
3. Menjadi bahan renungan agar terhindar
dari sikap malas
4. Menghilangkan ciri-ciri kemalasan
pada diri
5. Memiliki cara agar terhindar dari rasa malas
1.6 Sistematika
Kata
Pengantar
Daftar Isi
1.Bab I (Pendahuluan)
1.1 Latar belakang masalah
1.2 Rumusan Permasalahan
1.3 Tujuan Karya Tulis
1.4 Manfaat/Kegunaan
1.5 Metode Penelitian
1.6 Sistematika
2.Bab II (Pembahasan)
2.1 Pengertian Rasa Malas
2.2 Faktor- Faktor Penyebab Rasa Malas
2.3 Ciri-Ciri Orang Malas
2.4 Dampak yang disebabkan oleh rasa malas
2.5 Cara mengatasi rasa malas
3.Bab III (Penutup)
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka
BAB II (Pembahasan)
2.1 Pengertian
Malas
Malas
merupakan sifat yang dimiliki manusia yang masih menjadi misteri adanya dalam diri
manusia, namun sangat besar dampaknya bagi pribadi dan kemajuan serta
kemunduran peradaban suatu ummat.
Orang
malas adalah seseorang yang berada pada tingkatan paling bawah. Tahukah kamu
mengapa mereka selalu ada di tingkatan paling bawah? Sebab orang malas selalu
mengulur waktu untuk melakukan sesuatu. Seperti yang kita ketahui perkataan
yang selalu mereka ucapkan "iya sebentar lagi." atau perkataan
berikut "nanti juga bisa." Inilah sebabnya orang malas tidak pernah
berhasil. Mereka selalu mengulur waktu. Bukankah ada pribahasa yang mengatakan
"waktu adalah uang."Jadi masihkah mau jadi orang malas?
Malas
bisa berarti banyak hal, malas belajar (umum terjadi pada pelajar) ataupun
malas dalam lingkup yang universal yaitu malas dalam mengerjakan sesuatu, tapi
memang rasa malas sudah merupakan fitrah dari Tuhan dan kita harus yakin bahwa
pemberian Tuhan itu selalu ada manfaatnya, hanya saja permasalahannya terletak
pada bagaimana kita mengatasi rasa malas tersebut, mencoba mengambil manfaat
atau hikmah dari penanganan rasa malas kita dan belajar melihat dari sudut pandang
yang lebih baik.
Malas
itu bisa diibaratkan seperti keimanan kita yang ada kalanya meningkat dan ada
kalanya menurun. Tapi ternyata kalau dilatih terus menerus dan teratur keimanan
itu bisa meningkat atau setidaknya tidak menurun. Begitupun dengan malas,
dengan cara teratur diikuti dengan kekonsistenan kita mengerjakan metode atau
cara mengatasi rasa malas, insyaallah rasa malas bisa di atasi dan bukan tak
mungkin bisa berubah menjadi rajin.
2.2 Faktor-Faktor Penyebab Rasa Malas
Malas
datang seperti malaria atau penyakit ganas yang menyakitkan, tentu bukan secara
fisik akan tetapi mematikan kreativitas otak manusia itu sendiri yang enggan
melakukan sesuatu yang produktif dan sebaliknya lebih suka lalai hanyut dalam
dunia tunda menunda.
Sekarang masuklah
kedalam gua pikiran anda dan kita akan menemukan di dinding-dinding gua pikiran
kita beberapa daftar goresan tinta tentang faktor-faktor penyebab kemalasan
sebagai berikut:
1.
Malas karena lelah atau capek
Kita
kelelahan dan itu mungkin wajar-wajar saja, tapi jangan menjadi alasan untuk
tidak meneruskan atau melakukan aktivitas yang lain dan jangan sebaiknya hanya
bersantai-santai memanjakan diri dia atas kasur sehingga tanpa kita sadari rasa
malas itu akan muncul dengan sendirinya.
Oleh karena itu, kita
haruslah mengerjakan pekerjaan lain setelah selesai dari pekerjaan tersebut,
seperti termaktub dalam Al-Qur’an:
“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah
dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain)” (Q.S.
Al-Insyirah:7)
2.
Malas karena waktu luang atau libur
Dalam
realita kita sehari-hari, kita sering terlena dan lalai ketika libur dan waktu
luang, kita berpikiran bahwa waktu masih panjang, inilah salah satu penyebab
kemunduran peradaban suatu ummat yang lalai dan tidak bijak dalam mengisi kekosongan
waktu. Kekosongan waktu bisa menjadi teman yang baik kalau kita pandai
memanfaatkannya, dilain keadaan ia akan menjadi musuh dalam selimut jika kita
lalai dan malas mengisinya.
3.
Malas karena sulit melakukan sesuatu
Banyak
orang mendadak berhenti untuk bergerak ketika mereka menemukan hal-hal yang
sulit dikerjakan dalam hidup mereka dan pada akhirnya mereka merasa jenuh dan
menimbulkan rasa malas .
Sebagai
ilustrasi sederhana seorang pelajar merasa sulit belajar kimia atau bahasa
inggris, ia berlatih dan menunda–nunda untuk mempelajarinya dengan alasan sulit
dan pada soal yang bersamaan timbulah rasa jenuh dan malas.
Intinya, jangan
menunda-nuda waktu walau hal yang dihadapi sulit, harus dimulai, harus dicoba,
dicoba lagi, diulangi lagi, apabila memang menemukan kesulitan, tetap terus
dipelajari sambil bertanya kepada orang
lebih ahli. Seperti yang termaktub dalam Firman Allah:
“Dan bahwasanya
seseorang manusia tiada meperoleh (seuatupun) selain (dari) apa yang telah dia
usahakan”. (Q.S. An-Najm:39)
4.
Malas dikarenakan hobi menunda-nunda
pekerjaan
Menunda-nunda
adalah buah dari rasa malas yang diperturutkan, karena tidak akan selesai suatu
pekerjaan apapun dengan ditunda, inilah salah satu penyebab kemunduran ummat
itu.
Ada sebuah ungkapan
yang kami kutip dalam buku Secangkir Kopi
Manis yang tulis Andi Yuseno, adalah
seperti berikut ini:
“Saya akan melewati
jalan ini hanya sekali karenanya setiap perbuatan baik yang dapat saya lakukan
atau kebaikan apapun yang dapat saya
perlihatkan kepada siapapun biarlah saya melakukan sekarang. Jangan
biarkan saya menunda, juga jangan biarkan saya mengabaikannya, karena mungkin
saya tidak akan melewati jalan ini lagi”
Dari
sini kita dapat menyimpulkan bahwa kita tidak boleh membiarkan waktu yang
sedang kita lewati saat ini terbuang sia-sia, karena sesungguhnya kita hanya
memiliki tiga waktu yaitu kemarin yang sudah terlewat, sekarang yang sedang
kita lewati, dan esok hari yang masih menjadi misteri.
2.3 Ciri-Ciri orang yang malas
Kebanyakan
orang mengaku ingin menjadi orang yang rajin, namun kenyataannya dia malah jadi
orang pemalas. Meski banyak yang tidak sadar dengan sifat pemalasnya, orang
pemalas bisa dilihat dari ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri orang malas:
1. Tidak
memiliki sasaran hidup yang jelas
2. Filsafat
hidup yang negatif
3. Terlalu
banyak dan terlalu lama membiarkan pikiran atau perasaan negatif
4. Tidak
mau memilih hal yang positif
5. Hobi
menunda-nuda pekerjaan
6. selalu
ingin hidup mudah
7. Tidak
mau bersusah payah
8. Suka
beralasan
9. Sering
telat waktu
10. Suka
tidur
11. Selalu
mengandalkan orang lain
2.4 Dampak yang ditimbulkan oleh Rasa Malas
Hampir seluruhnya yang
ditimbulkan oleh Rasa Malas adalah dampak yang negatif, berikut dampak dari
Rasa Malas tersebut:
1. Memiliki
musuh dalam diri sendiri
Sebenarnya musuh
terbesar kita dalam hidup ini bukanlah
orang lain, melainkan diri kita sendiri. Mungkin dengan enteng kita bisa
mematahkan musuh kita dan membuatnya tersungkur, tetapi menaklukan diri sendiri
terutama dari sifat buruk seperti memiliki sifat malas misalnya, adalah
merupakan hal yang sangat sulit untuk ditaklukan. Musuh berarti seseorang yang akan membuat
kita celaka, nah berarti ketika kita memelihara sifat malas berarti kita telah
membiarkan diri kita dicelakai oleh diri sendiri.
2. Tidak
memiliki tujuan hidup.
Jika kita malas, maka
kita berada dalam sebuah posisi ketidak jelasan yang berujung pada kebingungan
dan kebimbangan. Seorang pemalas tidak tahu apa sebenarnya tujuan hidup dia
didunia ini. Seolah kehilangan arah mau kemana langkah-langkah nya dia bawa,
dia bingung tugas dia hidup di dunia ini untuk apa. Jika ini terus dibiarkan
tentunya ini adalah hal yang sangat berbahaya karena bisa merusak mental
pribadi kita.
3. Mencuri
masa depan
Malas dapat mengambil,
mencuri dan merampas apapun yang kita miliki. Malas adalah pencuri yang nyata,
dia bisa mencuri masa depan kita, mencuri harta benda kita, bahkan mencuri
orang-orang yang kita sayangi disekitar kita. Sehingga kita menjadi orang yang
kehilangan, benar-benar kehilangan.
4. Menjadi
penyakit pada tubuh
Pemalas memliki sikap
mental yang buruk dan sangat lemah, dia tidak akan tahan pada setiap cobaan
hidup yang menerpanya. Karena segala sesuatunya dianggap sulit dan berat. Malas
tidak hanya membuat mental kita jadi lemah, tetapi juga buruknya pengaruh fisik
kita. Yang ujungnya akan membawa penyesalan pada diri kita sendiri.
5. Otak
tidak dapat berfikir dengan baik
Otak seorang pemalas
tidak akan bekerja dengan baik. Pemalas tidak akan merasa tertantang dengan
adanya tantangan hidup setiap hari yang dia hadapi, dia cenderung membiarkan
dan tidak bertanggung jawab akan fungsi dia hidup dimuka bumi ini. Pemalas
memiliki ingatan yang lemah bahkan buruk, karena otaknya jarang dipakai dan
dilatih untuk hal-hal yang sifatnya menantang, dia cenderung meremehkan dan
mengkritik apapun yang dia lihat tanpa mencobanya sendiri.
6. Ingatan
lemah.
Karena pemalas jarang
melatih otaknya, maka ketika dia diajukan sebuah pertanyaan maka dia akan
sangat lama menjawabnya, karena otaknya jarang dilatih yang membuat dirinya
lebih tua dari usia aslinya.
7. Tidak
Produktif.
Malas tidak akan
mengerjakan PR anda, tidak juga menjawab soal-soal ujian anda. Malas mengarah
kepada aspek tidak produktif dan membuang-buang waktu. Malas hanya akan
mengundang hal-hal buruk dalam hidup kita. Malas adalah perayu paling ulung
yang membawa kita pada sebuah kegagalan hidup.
2.5 Cara mengatasi Rasa Malas
Rasa
malas memang harus dan wajib untuk kita atasi karena jika kita biarkan begitu
saja rasa malas yang sudah ada pada diri kita dengan sendirinya rasa malas itu
akan semakin berakar dan berkembang dalam diri kita, berikut cara mengatasi
rasa malas tersebut:
1. Banyak membaca
Jenis
bacaannya bisa bermacam-macam, buku, komik, novel ataupun majalah karena disini
tidak mempermasalahkan dahulu apakah buku itu baik atau tidak untuk dibaca, tapi
yang penting adalah benar terlebih dahulu, benar dalam rangka untuk membentuk
kebiasaan dan sifat tidak malas karena nanti itu akan menjadi kepribadian dan
karakter kita. Dampak dari membaca adalah kita akan berfikir lebih
"jauh" dan akan merasa rugi jika membuat waktu kita tidak efektif dan
terbuang dengan sia-sia karena telah terbiasa untuk selalu mengefektifkan
waktunya dengan cara yang benar. Sedangkan untuk implementasi dari membaca bisa
dengan mengajar, menulis, dll. Setelah kita membaca yang ‘benar’, kemudian
bertambah tingkatan menjadi baik sehingga menjadi "membaca yang benar dan
baik". Baik disini mengandung arti membaca buku-buku yang bermanfaat dan
baik tentunya seperti buku tentang pengembangan diri, ilmu pengetahuan maupun
agama, bukan lagi buku seperti komik, novel , majalah, dsb. yang biasanya
informasinya tidak berlaku untuk jangka waktu yang lama dan tentunya dari segi
manfaat dan bobot isi berbeda dengan buku yang baik tadi.
Dan
jika setelah membaca kita ingin mempunyai semangat, bacalah buku-buku tentang
orang-orang yang sukses atau tokoh -tokoh terkenal, biasanya setelah membaca
buku seperti itu, timbul semangat untuk maju dan ingin sukses seperti mereka
atau bahkan melebihinya. Bukankah hidup ini harus selalu dinamis dan terus mengalami
peningkatan seperti hadits yang sering kita dengar "Barang
siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat,
barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia orang yang merugi
dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dialah orang
yang diridhai atau diberi rahmat oleh Allah".
2. Permainan pikiran.
Ketika
kita ingin melakukan sesuatu dan tiba-tiba rasa malas muncul, jangan pernah
mengucapkan ataupun berpikiran negatif seperti "ah.cape nih, sepertinya
tidak akan benar". Lebih baik berpikiran positif seperti
"wah..sepertinya asyik nih.pasti rame, come on semangat..semangat. Karena
bagimanapun juga energi yang digunakan untuk berpikiran yang negatif dengan
positif itu adalah equal alias sama, jadi bukankah lebih baik apabila kita
hanya memasukkan pikiran yang positif saja. Otak secara otomatis akan menerima
perintah dan masukan dari kita. Kalau berpikiran malas, pasti rasanya malas
terus, otak kita akan mencari alasan supaya kita menjadi malas. "Apa yang
anda pikirkan akan menjadi kenyataan" Kemudian jika kita melakukan sesuatu
harus sesuai mood dan kalau tidak mood maka yang ada hanya malas, yakinlah
tidak akan sempurna, seharusnya mood atau tidak, kerjakan saja. Justru mood itu
datang saat kita sedang melakukan suatu kegiatan, bukan sebelum kegiatan
tersebut akan dilakukan. Masalah penampakan mood itu hanya sebuah alasan
sebagai persembunyian akan rasa malas tersebut. Jadi Intinya kerjakan saja dan
selalu berpikiran positif, semua itu akan membuat hidup lebih hidup.. Rasa
malas tidak akan pernah hilang jika kita terus berpikiran malas dan hanya
menunggu malasnya hilang.
3. Memiliki Tujuan
Hidup
bisa diibaratkan dengan sebuah kapal laut dan kitalah nahkodanya. Kalau seorang
nahkoda tidak punya tujuan dan tidak mempunyai kejelasan mau dibawa kemana
kapal tersebut, maka kapal itu hanya akan terombang-ambing oleh ombak dan hanya
mengikuti kemana air mengalir. Dengan tujuan kita punya impian dan akan mengarahkan
upaya untuk mencapai tujuan tersebut sehingga rasa malas akan tersingkirkan.
Sangatlah
rugi kalau hidup ini layaknya kapal tadi, hanya mengikuti kemana air mengalir,
tidak punya suatu kejelasan. Hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan,
seperti kata bijak "masa depan adalah apa yang kita lakukan pada hari
ini". Terus kalau kita malas terus, bisa ditebak bagaimana jadinya masa
depan kita. Semakin banyak yang kita perbuat semakin nyatalah jati diri kita.
Kemudian untuk mengatasi malas, kita juga harus selalu introspeksi diri sendiri
supaya kita terus memperbaharui diri dan memperbaiki kesalahan yang kita
perbuat. Dan jangan lupa juga untuk selalu berpikiran ke depan. Silakan malas
malasan sekarang, tapi kita juga harus siap dan berani menanggung akibatnya
suatu saat nanti, apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Ingat, kitalah
pemimpin diri kita sendiri!.
4. Berdoa
Meskipun
dengan semangat yang menggebu, banyak membaca, dan terus mencari cara untuk
menghilangkan malas, tetap saja kalau tanpa seizin-Nya, semua itu tidak akan
pernah berhasil. Supaya kita tidak jadi orang yang sombong, banyak - banyaklah
berdoa karena doa merupakan suatu pengharapan yang akan membuat kita selalu
termotivasi khususnya secara psikologis. Kata - kata yang diucapkan dalam doa
akan menjadi suatu pemikiran yang positif bagi kita. Lalu apa yang kita lakukan
setelah kita berdoa? jawabnya adalah ikhtiar. Kita tidak bisa hanya berdoa saja
tanpa melakukan suatu upaya. Sebagai wujud tanggung jawab dari doa kita adalah
kita bersungguh-sungguh berusaha mewujudkan doa tersebut. Setelah itu barulah
kita bertawakkal yang berarti menyerahkan setiap urusan kepada-Nya. Kita harus
sadar bahwa kita itu penuh dengan keterbatasan, kita hanya bisa berusaha dan
berdoa sedangkan Tuhanlah yang berhak menentukan. Tentunya supaya doa kita
dikabulkan, syarat mutlak adalah rajin beribadah.
BAB III (Penutup)
3.1 Kesimpulan
Rasa malas merupakan
sifat yang sebetulnya wajar ada pada diri manusia, namun malas juga bisa jadi
sebuah penyakit yang menyebabkan pemiliknya kehilangan produktifitas dan
kreativitas, dan beberapa dampak negatif lainnya . Sehingga malas memang perlu
dan wajib untuk kita hindari dan kita cegah demi mencapai suatu kesuksesan yang
kita inginkan.
3.2 Saran
Kita sebagai seorang
siswa yang masih memiliki waktu yang masih sangat panjang untuk berkreasi dan
mengejar kesuksesan yang kita idam-idamkan sebaiknya jangan sampai semangat
yang kita miliki harus ternoda oleh kemalasan yang kita miliki. Sebaliknya kita
harus mencegah semaksimal mungkin rasa malas tersbut dengan sikap yang
menujukan semangat untuk meraih kesuksesan, beberapa diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Percaya
diri
2. Rajin
3. Bertanggung
jawab
4. Bekerja
keras
5. Berwawasan
luas
6. Jujur
7. Optimis
8. Berjiwa
besar
9. Berpikir
positif
10. Adaptif
11. Tidak
sombong
12. Tabah
13. Sabar
14. Ulet
15. Punya
motivasi
16. Tenang
17. Dapat
dipercaya
18. Berani
mengambil resiko
19. Mau
belajar
20. Punya
inisiatif
21. Kreatif
22. Punya
jiwa besar
23. Fleksible
tegas
24. Menghargai
waktu
25. Menghargai
kesempatan
26. Menghormati
orang lain
27. Pantang
menyerah
28. Dan
lainnya.
BAB IV (Daftar
Pustaka)
Al-Bonai, Muklisin.2011. Raih Prestasi Tinggi tanpa Rasa Malas. Riau:Sabila
press
Yuseno, Andi.2009.
Secangkir Kopi Manis. Jakarta:Kanaya press
Nurhasanah, Siti. 2008.
Semua orang bisa sukses berwirausaha. Surakarta: Era Pustaka Utama.
No comments:
Post a Comment