Friday, 12 December 2014

Si Kecebong Mengejar Cinta

Tak terasa sudah akhir pekan lagi, akhir pekan biasanya waktu yang pas buat kumpul sama keluarga, santai-santai. Terutama para pelajar yang baru selesai menghadapi minggu-minggu mendebarkan menghadapi UAS semester ganjil, bagaimana hasilnya apakah hasilnya memuaskan, apapun hasilnya refreshing itu perlu untuk menyegarkan otak kita. tanpa perlu panjang lebar lagi silahkan sobat dreamers merefreshing otak sobat dengan membaca cerpen yang berkisah tentang perjuangan cinta ini tapi dibungkus dalam gaya humor.

Judul: Si Kecebong Mengejar Cinta
Plakk....Plakk... begitu menyakitkan tamparan yang diterima Tofan, ini adalah tamparan ke 87 kali yang dilayangkan Jessica kepadanya. Walau demikian Tofan tak pernah menyerah mengejar cinta Jessica, yang ia cintai dari kelas 4 SD. Sejak saat itu sudah 98 kali Tofan menyatakan cintanya pada Jessica, sampai sekarang keduanya duduk di kelas 9 SMP .
Selama itu juga ia selau mendapatkan jawaban langsung tanpa pikir panjang  dari Jessica, hanya ada dua jawaban yang diberikan dari Jessica kalau bukan tamparan, ya paling makian yang diterima Tofan. “Heh kecebong... harus berapa kali sih gue harus bilang sama lo, gue gak suka sama lo dan benci sama lo”. Maki Jessica pada suatu hari saat Tofan menyatakan cintanya, “ayang Jejes, benci itu kan berarti benar-benar cinta”. Jawab Tofan sambil ia nyengir ke arah Jessica. “Iihh.. hueekk gue bilangin ya sama lo berhenti panggil gue ayang Jejes lagi, sekarang singkirin ,muka lo dari pandang gue”. Jessica menjawab sambil menunjukan ekspresi mualnya pada Tofan, dan berlalu melangkah meninggalkan Tofan

Entah mengapa perkataan Jessica tadi serasa menyayat hati Tofan, padahal Tofan sudah terbiasa dengan makian itu, mungkin sudah terlalu lama Tofan berada dalam suatu kesia-siaan belaka, “Aaaaaaahhh.... tuhan mengapa ini terjadi padaku...”. Tiba-tiba teriakan keluar dari mulut Tofan, parahnya ia berteriak didalam sebuah angkot yang sedang ia tumpangi saat ia pulang sekolah. Karenanya seluruh penumpang angkot ketakutan dan mengira Tofan adalah orang gila, kegaduhanpun terjadi didalam angkot. Untuk menghindari malu Tofan pun langsung memberhentikan angkot dan mengeluarkan uang untuk membayar ongkos angkot. “Kembaliannya ambil Mas”. Biar orang percaya bahwa gue ini waras, pikirnya dalam hati. “Makasih dik, baik banget sama saya”. Jawab si sopir angkot dengan senyum sumringah, “Iya pak sama-sama, sayakan udah baik dari lahir, karena menurut Emak saya kebaikan ituu..” . Tak sempat Tofan menyelesaikan kata-katanya, mobil angkotpun melaju begitu saja. “Ah baru dikasih duit 10 ribu aja senengnya minta ampun.
Karena merasa haus Tofan pun membeli sebotol minuman dingin rasa jeruk, dan ia duduk sebentar pada bangku yang ada di tepi jalan. Saat sedang beristirahat, tiba-tiba seorang pengemis menghampirinya “Dik beramal dong” “Gak punya uang pak, mimum  aja mau? Tinggal dikit sih”, jawab Tofan sambil menyodorkan botol minumannya. “Saya udah kenyang dek, tadi juga udah makan sama temen saya, masa sih adek gak punya uang?”, “Kalau uang sih ada tapi titipan Emak saya buat beli jengkol, lagian uangnya juga 100 ribu selembar”. "Emang adek mau ngasih berapa saya ada kok kembaliannya", jawab si pengemis meyakinkan Tofan “Oh masa sih pak, kalau gitu sebentar yah saya mau ngambil uangnya dulu”. Tofan pun meraba setiap kantongnya “Ini duit kemana lagi”, fikir Tofan.
"Kenapa dek?”, tanya si pengemis melihat tingkah laku Tofan yang kebingungan. “Eeeuh ini pak, uang saya mana ya, padahal tadi saya taro di saku sebelah sini...”. Tofan terdiam sejenak seperti sedang berfikir sesuatu, dan saat itu terasa otaknya terkoneksi ke suatu kejadian dan “Aaaaahhh... sopir angkot sialan”. Teriak Tofan dengan keras mengagetkan si pengemis, ia baru menyadari bahwa uang yang ia kasih ke sopir angkot adalah uang selembar 100 ribu titipan Emaknya.”Kenapa dek, apa yang terjadi?”. Tanya pengemis pada Tofan dan bla bla bla Tofan pun menjelaskannya pada si pengemis, si pengemispun memberikan uang 20 ribu kepada Tofan yang memang tak mempunyai uang lagi.” Sudahlah pak lebih baik buat anak istri Bapak saja”. Tofan terheran-heran mengapa malah si pengemis yang memberi uang padanya.”Kenapa bengong dek, uang saya masih banyak kok”, si pengemis membuka dompet dan menunjukannya kepada Tofan, dan wow ternyata banyak uang 100 ribuan . “Pinggg...” terdengar suara HP, yang jelas bukan HP Tofan yang bunyi, kemudian si pengemis mengeluarkan HPnya membuat keheranan Tofan semakin bertambah. “Maaf ya dek saya ada janji sama temen saya”. Tofan tak menjawab apapun ia masih diliputi rasa kebingungan , si pengemis berlalu meninggalkan Tofan sambil mesem-mesem melihat tingkah laku Tofan, Ia berjalan ke arah salah satu sudut parkiran yang agak sepi dan “twakk.. twakk..”, bunyi mobil dengan merk Honda Jazz, tampak si pengemis masuk ke dalamnya, dan membuat Tofan semakin terheran-heran. Akhirnya Tofan pulang naik angkot dengan perasaan yang aneh berkecamuk dalan fikirannya.
BERSAMBUNG... cerpen lanjutan akan dipost seminggu sekali setiap hari SABTU.

No comments:

Post a Comment